PWI Pamekasan Kecam Kekerasan Wartawan Bangkalan

Pamekasan (PWINews) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, Madura, mengecam tindak kekerasan yang menimpa wartawan Jawa Pos Radar Madura Biro Bangkalan Ghinan Salman.

Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz mengatakan, apapun alasannya kekerasan merupakan bentuk perbuatan melanggar hukum, sehingga kasus itu harus diusut tuntas.

"Solidaritas atas kasus kekerasan pada teman wartawan di Bangkalan ini, harus kita galang, karena bagaimanapun kita ini bekerja dilindungi oleh undang-undang," kata Abd Aziz, Selasa (20/9/2016).

Wartawan Jawa Pos Radar Madura Biro Bangkalan Ghinan Salman diduga dipukul oknum pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Dinas PU Bina Marga setempat, sekitar pukul 09.00 WIB saat bertugas.

Abd Aziz menyatakan, kasus kekerasan seperti yang menimpa wartawan Radar Madura Biro Bangkalan itu, menunjukkan bahwa semangat taat hukum masih rendah dan seolah menunjukkan bahwa hanya dengan cara kekerasan persoalan bisa terselesaikan.

"Kita belum memahami penyebab sebenarnya kasus pemukulan wartawan di Bangkalan itu. Tapi yang jelas, kekerasan dalam bentuk apapun merupakan perbuatan terlarang," katanya.

Jika, sambung Aziz, kasus pemukulan yang menimpa Ghinan itu terkait pemberitaan, maka seharusnya mengacu kepada ketentuan perundang-undangan yang sudah ada, yakni sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, bukan dengan cara kekerasan. (PWI Pamekasan)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »