Pemain Persepam-Perssu Saling Adu Jotos

PWI Pamekasan 6:22:00 AM
Pamekasan (PWINews) - Pemain Persepam Madura Utama dengan Perssu Super Madura dalam laga uji coba bertajuk "Derby Madura" di Stadion A Yani Sumenep, Jumat (23/9/2016) berlangsung ricuh, bahkan kedua pemain kedua kesebelasan itu saling adu jotos.

Wartawan MediaMadura.Com di lokasi kejadian melaporkan, keributan dalam laga uji coba itu saat kick off baru berjalan semenit. Lalu benturan keras terjadi antara pemain Perssu Joko Prayitno dengan pemian Persepam Idrus, hingga keduanya terkapar.

Saat itu juga kedua tim memanas. Belum reda tensi panas akibat benturan antarpemain, klise kembali terjadi, kali ini melibatkan Bakori dan M. Zainuri yang kemudian berujung saling pukul antarpemain.

Tidak hanya pemain, official dan penonton juga ikut berjubel dalam kericuhan yang diawali dari benturan antar para pemain itu.

Manajemen Persepam Madura Utama (P-MU) mengungkapkan kekecewaan lantaran pertandingan uji coba timnya dengan Perssu Super Madura berakhir ricuh.

"Yang jelas saya menyayangkan (insiden kericuhan), karena ini 'Derby Madura' yang seharusnya kita bermain selayaknya bermain sepak bola, tapi disini bukan cuma keras tapi sudah menjurus kasar,” kata Asisten Manajer Persepam Madura Utama Nadi Mulyadi dalam keterangan persnya kepada media.

Nadi menyebut, kericuhan terjadi akibat adanya pelanggaran keras yang dilakukan pemain lawan terhadap pemainnya, lalu kemudian ditambah dengan aksi pemukulan sehingga emosi timnya terpancing.

“Karena ada insiden itu, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan pertandingan, sebab dampaknya juga tidak baik, terutama bagi tim,” jelasnya.

Menurut Nadi, antara manajemen kedua tim sebetulnya seiring dan sejalan serta tidak ada masalah. Kata dia, insiden terjadi hanya karena adanya gesekan di lapangan.

Di sebagian pendukung Persepam muncul dugaan, kekisruhan dalam laga uji coba antara Persepam dengan Perrsu itu terjadi karena instruksi pelatih.

Namun Pelatih Perssu Super Madura Salahudin membantah telah memberikan intruksi tidak benar terhadap pasukannya.

"Dari awal tidak ada intruksi untuk bermain seperti ini, saya bilang ke anak-anak, semangat bertanding boleh, tapi jangan bermain ngawur," kata Salahudin.

Salahudin menegaskan, dirinya juga tidak pernah menganggap uji coba itu sebagai adu kekuatan, melainkan hanya melihat kondisi pemain dan mematangkan strategi tim menjelang babak 16 besar ISC B awal bulan depan.

"Kita sama-sama tahu ini kan tim satu bapak, keuntungan uji coba ini untuk kedua tim, lebih-lebih untuk Perssu, karena Persepam MU adalah tim berpengalaman," tegasnya. (PWI/Berita Media)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »