Mengenal Kalangan Awam Buta Aksara


Buta aksara merupakan suatu dampak hidup bagi manusia. Tak jarang hal ini banyak di kalangan khalayak miskin menjadi sulit untuk melakukan segala sesuatu yang berkaitan dengan tulisan. Dalam sejarahnya pemicu terjadinya buta aksara ini rendahnya masyarakat awam memandang pendidikan formal dan kurangnya perekonomian.

Semua masyarakat awam yang memiliki kekurangan ini nampak resah dan sulit untuk melangkah. Dengan kemajuan zaman dan teknologi yang semakin berkembang pesat. Banyak norma-norma baru yang dibuat untuk mempermudah jalannya sebuah kehidupan, seperti untuk mengendarai roda dua sepeda motor perlu adanya SIM (Surat Izin Mengemudi).

Aturan-aturan dalam pembuatan SIM ini salah satunya harus yang normal dalam artian tidak memiliki cacat/kekurangan membaca. Di sinilah letak kesulitan untuk melangkah mengikuti zaman bagi kalangan awam yang buta aksara.

Masyarakat awam khususnya pada masyarakat yang buta aksara, tidak banyak mengutarakan keinginannya untuk baca tulis tulisan. Tapi karena perekonomian yang rendah masyarakat awam memiliki rasa pesimistis dan reaktif.

Seharusnya pihak pemerintah lebih memperhatikan dan lebih membantu pada masyarakat yang  lebih kekurangan. Agar masyarakat Indonesia tidak terlalu banyak akan kebodohan. Karna membaca merupakan jendela dunia. Tanpa membaca apapun terasa sulit bagi kehidupan yang bernuansa teknologi informasi (TI) & ilmu pengetahuan teknologi (IPTEK) pada zaman sekarang ini.

Dengan pihak pemerintah membantu kalangan yang buta aksara menjadi bisa membaca, sedikit banyak buta aksara bisa terminimalisirkan. Dengan begitu kebodohan tidak akan merosot tajam.

Selain itu, hari ini tanggal 08 September merupakan Hari Aksara Internasional (HAI) yang telah di tetapkan oleh UNESCO di Teheran ibu kota Iran pada tahun  1966, Momentum ini memberikan suntikan, motivasi bagi kalangan pemerintah untuk secara totalitas meihat saudaranya yang tak mampu membedakan anatara huruf dan angka.
Yakin Usaha Sampai (YAKUSA).

Siti Khofifah
Penulis adalah Mahasiswi STAIN Pamekasan
Prodi KPI

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »