Kades Pamekasan Dorong Proses Hukum Pencatutan PWI

Pamekasan (PWINews) - Sebagian kepala desa di Kabupaten Pamekasan mendorong pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) memproses secara hukum pencatutan nama PWI oleh warga bernama M Syafii dalam undangan resepsi pernikahan putrinya yang kini menyebar luas di kalangan pejabat dan anggota DPRD Pamekasan.

Dorongan memproses secara hukum oleh sebagian kepala desa itu, karena mereka mencurigai, pencaturan nama PWI di undangan resepsi pernikahan tersebut, untuk mengeruk keuntungan pribadi.

"PWI ini kan organisasi profesi resmi wartawan yang ada sejak dulu dan diakui oleh negara. Kok seenaknya pakai nama PWI di undangan manten, wong anggota PWI saja nikah tidak ada yang mencantumkan sebagai anggota PWI, apalagi dia memang bukan anggota PWI," kata juru bicara kepala desa di Kecamatan Pakong Moh Mukri kepada pengurus PWI Pamekasan, Jumat (16/9/2016).

Sebagaimana kecurigaan sebagaian pengurus PWI Pamekasan, Kepala Desa Bajang, Kecamatan Pakong ini juga berpandangan sama, yakni nama PWI sengaja dicatut untuk mengeruk uang pada resepsi pernikahan putrinya M Syafii yang dalam undangan yang tersebar luas itu tercantum hendak digelar pada pukul 08.00 WIB pada 18 September 2016. [Baca Juga: PWI Pamekasan Klarifikasi Undangan Manten Catut Nama PWI]

"Laporkan saja ke polisi, biar ada efek jera," kata Moh Mokri yang juga mantan Bendahara PWI Pamekasan periode 2014-2015 itu.

Undangan resepsi pernikahan yang mencatut nama PWI ialah pernikahan antara Wulan Sari, putri dari pasangan suami istri M Syafii-Sumini warga Dusun Utara, Desa Bulangan Branta, Kecamatan Pegantenan dengan Doni Demara, putra pasangan suami istri Moh Soleh-Subaidah, Desa Tebul Timur, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan.

Dalam undangan yang tersebar luas di masyarakat itu dijelaskan, bahwa pesta pernikahan keduanya akan digelar pada 18 September 2016 pukul 08.00 WIB pagi di Dusun Utara, Desa Bulangan Branta, Kecamatan Pegantenan, yakni di rumah M Syafii yang mencatut nama PWI itu. 

Pengurus PWI Pamekasan sudah berulang kali menghubungi nomor telepon M Syafii di nomor 087-701-923-002 dan 082-333-508-440 yang tercantum di undangan itu untuk mengklarifikasi maksud dibalik pencaturan nama PWI, namun tidak diangkat. [Baca Juga: Tak Ada Pengurus Bernama Syafii]

Selain mencatut nama PWI, M Syafii juga mengaku sebagai pengurus PWI Jatim dengan jabatan sebagai Kepala Perwakilan Media Hukum dan Kriminal Borgol PWI JATIM. Padahal jabatan itu tidak ada di PWI Jatim dan status jabatan di organisasi profesi itu bukan kepala, akan tetapi ketua. (PWI Pamekasan)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »