HMI Cabang Pamekasan, Layakkah status Icon Kota Pendidikan ?


Pamekasan (PWINews) - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan menggelar Aksi Damai, di depan Gedung DPRD Kabupaten Pamekasan, menuntut tingginya buta aksara di wilayah itu.

Aksi dimulai dari area Monomen Arek lancor menuju pintu masuk kantor DPRD, di Jalan Kabupaten No. 107, Pamekasan, kamis (08/09/2016)

Dalam tuntutanya, mempertanyakan status Kabupaten Pamekasan sebagai kota pendidikan yang masih mengalami ketimpangan, hal itu terbukti, tingginya tingkat penderita buta aksara di wilayah itu.

Kordinator aksi  Ketua umum HMI Cabang Pamekasan umam, nilai masih belum layak menjadi Kota Pendidikan, hal itu terbukti dari data yang kami peroleh, peringkat ke 13 dari 29 kabupaten dan 7 kota se-.Jawa Timur.terangnya.

" Kami meminta DPRD kabupaten pamekasan dan Disdik bekerja sama dalam mengawal dan  membrantas buta aksara di wilayah itu, aksi ini juga dalam rangka memperingati hari aksara internasional". tambahnya

Korlap aksi feri, ketua bidang (PTKP) HMI Cabang Pamekasan itu,  mengungkap data yang diperoleh dari disdik mulai tahun 2013 sebesar 39.136, tahun 2014 sebesar 33.326, tahun 2015 sebesar 27.366 dan tahun 2016 sebesar 20.266 jiwa.

"Artinya data penyandang buta aksara di kabupaten pamekasan dari tahun ke tahun menunjukkan tren positif, trus apakah tren positif di data tersebut sesuai dengan fakta atau hanya Datatif ?". pertanyaannya.

Menanggapi hal itu Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pamekasan di bantu Plt Disdik Prama Jaya, Pihaknya akan bekerjasama dengan DPRD untuk mengurangi indikator angka pencapain buta aksara di Pamekasan, selain itu kami juga meminta bantuan dari semua elemen untuk berpartisipasi dalam mensukseskan problem di wilayah itu. terangnya.

Oleh karena itu dibutuhkan kekompakan masyarakat khususnya temen-temen mahasiswa, jika ada yang mau mengawal dan membrantas buta aksara diberi tahu pihak disdik. tambahnya. (PWI Pamekasan)






Share this

Related Posts

Previous
Next Post »