Babinsa dari Pertanian, Resolusi Konflik Hingga Posyandu

Pamekasan (PWINews) - Peran TNI di tengah-tengah masyarakat sungguh sangat dirasakan. Hampir semua kegiatan masyarakat, abdi negara ini selalu hadir melakukan pendampingan. Mulai dari pertanian, resolusi konflik, hingga pelayanan pos terpadu.

Mereka tidak ahli dalam bidang pertani, tapi komitmen mensukseskan di bidang pertanian tidak perlu diragukan. Mereka juga tidak memiliki pengetahuan cukup tentang gizi dan kesehatan balita, tapi upaya mendorong masyarakat agar bayinya sehat, bebas penyakit, menjadi komitmen sang prajurit.

Inilah yang selalu dilakukan para abdi negara di Pamekasan. Salah satunya seperti yang digelar Babinsa Teja Barat, Kecamatan Pamekasan Serda Ramli, Selasa (20/9/2016).

Serda Ramli melakukan bidan desa itu, yakni Devi dalam kegiatan imunisasi dan penimbangan balita di posyandu Dusun Tengah. Layaknya dokter spesialis anak, pria berbadan tegap ini ikut menghibur anak-anak yang ikut kegiatan posyandu.

Pandangan Ramli sangat sederhana, yakni generasi muda bangsa yang berkualitas nantinya, apabila balita yang saat ini ada sehat, dan bebas penyakit.

"Ini juga bagian dari upaya memperkuat bangsa ini, melalui calon generasi muda bangsa yang masih balita ini," katanya.

Sekitar 50 balita hadir mengikuti program posyandu yang digelar di Dusun Tengah, Desa Teja Barat, Kecamatan Pamekasan itu.

Selain di Desa Teja Barat, pendampingan oleh Babinsa dalam program posyandu, Selasa (20/9/2016) juga digelar di Dusun Morlaok, Desa Majungan, Kecamatan Pademawu Pamekasan.

Posyandu yang digelar di balai desa setempat itu diikuti sebanyak 70 balita. "Wah ini lumayan banyak yang hadir. Tolong dipertahankan untuk kegiatan selanjutnya ya ibu-ibu," pesan bidan Desa Majungan Tri Yulistiawati.

Pendampingan program posyandu juga dilakukan oleh Babinsa Betet Sertu Mansur pada bidan desa Yusita dalam rangka imunisasi campak/polio dan penimbangan balita yang diikuti 20 balita di desa itu.

Menurut Pasi Intel Kodim 0826 Pamekasan Kapten Darminto, hakikat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak hanya dengan perang senjata, akan tetapi juga mempersiapkan hal-hal penting di masyarakat, termasuk memperkuat calon generasi muda bangsa yang berkualitas dan sehat.

"Perang dalam bentuk kontak senjata sekarang kan sudah tidak ada. Tapi perang dalam banyak hal selain kontak senjata masih terjadi, termasuk perang melawan kekurangan giri, dan penyakit. Makanya, tugas TNI mendampingi bidan mensukseskan posyandu bagian dari perang masa kini," katanya, menjelaskan.

Tidak heran jika TNI selalu berbaur dengan masyarakat. Kadeng menjadi petani, pendorong mobil mogok, hingga menjadi perawat balita bersama para bidan desa. (PWI/Kodim Pamekasan)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »