PWI Sampang: Narasumber Berhak Menolak Wartawan Tak Kompeten

PWI Pamekasan 5:38:00 AM
Sampang (PWINews) - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sampang, Ach Bahri menyatakan, narasumber berhak menolak diwawancara oleh wartawan yang tidak kompeten atau tidak lulus uji kompetensi wartawan.


"Ini sesuai dengan Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Kompetensi Wartawan (SKW)," katanya di Sampang, Rabu (10/8/2016).

Bahri mengemukakan hal ini, menanggapi adanya oknum wartawan yang membuat gaduh di Kantor Dinas PU Bina Marga Sampang pada 9 Agustus 2016 yang memaksa hendak wawancara dengan pejabat di dinas itu.

Jika memang benar ada tindakan seperti itu, sambung dia, jelas sudah menyalahi kode etik jurnalis dan mencoreng nama baik wartawan profesional di Kabupaten Sampang.

"Mungkin saja oknum wartawannya belum memahami kode etik. Tugas pokok pewarta adalah menulis, menggali informasi, dan memberikan edukasi, bukan upaya tindak kekerasan yang membuat tidak menyenangkan terhadap pegawai instansi selaku narasumber," terang Bahri.

Ia menyatakan, narasumber sebenarnya berhak menolak permintaan wawancara oleh wartawan, karena itu memang merupakan hak narasumber, apalagi oleh wartawan yang tidak memiliki legalitas kompeten, atau tidak lulus uji kompetensi.

Sebelumnya sejumlah wartawan yang mengaku wartawan tabloid mingguan dan pegiat LSM dikeluhkan karena membuat kegaduhan dengan Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan (PPTK), Erwin. 

Tidak hanya itu saja, satu dari empat wartawan itu dilaporkan menendang bangku ruangan di kantor dinas itu. 

Awal pemicunya yakni oknum wartawan yang bersama LSM ini meminta konfirmasi terkait pengerjaan pembangunan proyek yang masih belum ditanggapi selama dua bulan terakhir. 

Tapi saat konfirmasi, malah terjadi ketegangan, karena sang wartawan memposisikan seolah bukan untuk mendapatkan konfirmasi, tapi mempertahankan asumsinya dan berupaya memojokkan.

Situs MediaMadura.Com merilis, sempat terjadi kontak fisik antara wartawan dengan dengan PPTK Dinas PU Bina Marga Sampang kala itu, meski hal itu dibantah oleh salah seorang diantara gerombolan tersebut, yang menyebut sebagai informasi menyesatkan. (PWI Pamekasan)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »