Petani Minta Bulog Sosialisasikan Kriteria Gabah

Pamekasan (PWINews) - Petani Pamekasan, meminta Perum Bulog Sub Divre XII Madura menyosialisasikan kriteria gabah yang diinginkan oleh perusahaan itu, karena selama ini para petani belum mengetahui ketentuan gabah yang diinginkan.

Hal ini disampaikan perwakilan kelompok tani asal Pademawu Bunasan saat dialog dengan tim Mabes Satgas Gabah di ruang peringgitan Pendopo Ronggosukowati, Sabtu (6/8/2016).

"Kami juga meminta Bulog agar menyiapkan sarana transportasi agar petani tidak kecewa," katanya.

Patokan harga gabah  ditetapkan Rp 4.650 per kilogram, padahal dengan harga seperti itu, belum termasuk biaya angkut dari rumah ke jalan. Bunasan juga meminta agar dalam program pendampingan pertanian agar memperhatikan sarana irigasi.

Hal senada juga disampaikan Ketua Kelompok Tani Sumber Jaya asal Desa Teja Timur Samukrah.

Samukrah mengatakan, kepemilikan lahan tani sangat kecil dan hasil tani rata-rata disimpan untuk kebutuhan makan selama 1 tahun.

Hal ini karena HPP yang ditetapkan oleh pemerintah belum bisa bersaing dengan harga pasar apalagi ketika harga gabah anjlok. "Sistem jual bisa jemput bola dgn harapan para petani tidak terlalu ruwet," katanya.

Sebenarnya, sambung dia, tidak sulit bagi Bulog untuk melakukan serapan gabah, apabila Bulog bisa melakukan kemitraan.

Selain HPP, yang juga dikeluhkan para petani dalam dialog itu adalah sistem birokrasi. Seperti yang disampaikan Ahmad Fuad dari Kelompok Tani Unggul 4, Desa Kangenan.

Ia menjelaskan, selama ini banyak petani yang tidak bersedia menjual gabah mereka ke BUlog karena harga yang tidak stabil.

"HPP semula Rp4.650 begitu dijual kepala Bulog turun menjadi Rp4.500 per kilogram. Jadi petani kecewa," katanya.

Fuad dalam kesempatan itu, mengharap ada pembenahan birokrasi di Bulog, dan jika sesuai dengan harapan petani, ia yakin, serapan gabah petani oleh Perum Bulog itu, akan maksimal.

Kolonel Zakaria  dari Mabes TNI dalam kesempatan itu menjelaskan, indikator  keberhasilan untuk di wilayah Kabupaten Pamekasan terkait pendampingan swasembada pangan sebenarnya telah terlaksana dengan baik.

Terkait keluhan petani, Zakarian menjelaskan, Bulog telah melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan.

"Sesuai Inpres, Bulog membeli gabah dari petani seharga Rp4.650 per kilogram sampai didepan pintu Bulog. Jadi untuk biaya angkut dan ganti sak ditanggung oleh petani," katanya.

Sementera, Kepala Dinas Pertanian Pamekasan Ise Windarti menjelaskan, hingga Juli 2016, produksi gabah petani sudah mencapai 101 persen atau telah melampaui batas dari target yang telah ditentukan.

Namun terkait serapan gabah ke Bulog dirasa kurang karena hasil padi petani tidak bisa dijual seluruhnya karena untuk mencukupi kebutuhan dalam 1 tahun.

"Irigasi air akan menjadi perhatian dan mengharapkan para Poktan  mengajukan Proposal agar mendapatkan bantuan saluran irigasi maupun benih padi," kata Isye.

Bupati Achmad Syafii berjanji, akan memperhartikan saran dan masukan para kelompok tani tersebut melalui masing-masing SKPD terkait.

"Kami juga menyampaikan terima kasih, karena berkat pendampingan oleh TNI, petani di Pamekasan mau melakukan tanam padi hingga dua kali tanam dalam setahun," katanya.

Dialog antara perwakilan kelompok tani dengan Mabes TNI itu berakhir pada pukul 17.35 WIB (PWI/Kodim Pamekasan)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »