Membentuk Kepribadian Berdaya Saing Global dalam Menghadapi MEA

Pamekasan (PWINews) - Pada hari Selasa, 23 Agustus 2016, Jurusan Tarbiyah menyelenggarakan Studium General  yang digelar di gedung Auditorium STAIN Pamekasan. 

Hadir sebagai narasumber dalam Kegiatan ini adalah Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo, M.Pd.  (Ketua Umum Pengurus Besar Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia [ABKIN]). 

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua STAIN Pamekasan Dr. H. Taufiqurrahman, M.Pd.  Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua III (Dr. Atiqullah, S.Ag, M.Pd.), Ketua Jurusan Tarbiyah (Dr. Moh. Muchlis Solichin, M.Ag), Sekretaris Jurusan Tarbiyah (Dr. Siswanto, M.Pd.I.), Dosen Jurusan Tarbiyah dan Mahasiswa Jurusan Tarbiyah. 

Dalam sambutannya, Dr. H. Taufiqurrahman mengungkapkan bahwa mahasiswa Jurusan Tarbiyah harus dapat berkontribusi dalam pengembangan mutu pendidikan di Madura dengan senantiasa membangun kompetensi dirinya. Maka dari itu, ia mengharap kegiatan ini dapat memotivasi para mahasiswa untuk memiliki kemampuan keilmuan dan kepribadian yang unggul dalam menghadapi tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN yang telah menjadi ikon pasar bebas di masyarakat luas.

Setelah penyampaian sambutan ketua STAIN, maka dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara STAIN Pamekasan dengan Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia (ABKIN). Penandatangan dilakukan oleh Ketua STAIN, Ketua Jurusan Tarbiyah dengan Ketua Umum ABKIN. Penandatanganan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif pada pengembangan kapasitas STAIN Pamekasan terutama dalam bertransformasi menuju Institut Islam Negeri Madura. 

Menurut Pemaparan Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo, M.Pd.,  bahwa Indonesia  menghadapi tantangan persaingan bangsa di era global dan era MEA yang menuntut peningkatan mutu dan produktivitas manusia terdidik.  Daya saing hanya dapat diwujudkan oleh sebuah bangsa yang mandiri dan berkepribadian, yaitu bangsa yang mampu mengandalkan kekuatan sendiri dan kepribadian bangsa Indonesia.  

Ia pun menuntut  mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa Indonesia harus menjadi manusia  berkualitas, berkepribadian, maju, mandiri,dan tanggap terhadap tuntutan zaman yang berubah menuju masyarakat masa depan. 

Lebih lanjut, narasumber mengemukakan bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang berkembang masa transisi dari  masyarakat tradisional menuju masyarakat modern.  Saat ini, masyarakat Indonesia dipengaruhi oleh arus globalisasi, perkembangan ipteks dan informasi, arus pasar bebas di ASEAN sehingga kemungkinan bertemunya orang-orang dari berbagai belahan dunia semakin besar pula.

Oleh karena itu, mahasiswa Jurusan Tarbiyah STAIN Pamekasan diharapkan menjadi Manusia Masa Depan, yakni manusia yang menatap masa depan,  manusia yang mampu mengantisipasi masa depan, yaitu  melihat jauh kedepan dan siap mengarungi kehidupan masa depan sehingga akan tetap eksis di dalam menjalani kehidupan. 

Untuk menjadi mahasiswa yang  kepribadian yang berdaya saing global dalam menghadapi MEA, narasumber mengemukakan bahwa mahasiswa Tarbiyah sebagai calon pendidik profesional harus memiliki Wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai, sikap dan kepribadian yang semuanya terpadukan bagi terlaksananya profesi pendidik.

Menurutnya, kepribadian memegang peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan individu dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.  Membangun kepribadian bagi mahasiswa calon pendidik memegang peranan sangat penting,dan akan mewarnai perkembangan pribadinya secara keseluruhan. 

Ia pun menyarankan Mahasiswa Tarbiyah melalui proses pendidikan berusaha menanamkan dan mengembangkan sistem nilai dan norma yang menjadi patokan untuk sikap mental dan perilaku yang benar, baik, dan pantas serta menjauhi hal-hal yang salah, buruk, dan tidak pantas. (PWI/Siswanto/STAIN Pamekasan)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »