Mabes TNI Tinjau Serapan Gabah di Pamekasan

Pamekasan (PWINews) - Mabesad TNI Kolonel Arh Zakaria, Sabtu (6/8/2016) melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Pamekasan, guna mengetahui secara langsung serapan gabah petani di wilayah itu.

Pertemuan digelar ruang pertemuan Peringgitan Pendopo Ronggosukowati Jalan Pamung Praja Nomor 1 Pamekasan.

Sejumlah pejabat yang hadir dalam kesempatan itu, antara lain Kolonel Arh  Zakaria Tim Sergap dari Mabesad, Dandim 0826/PMK Letkol Arm Mawardi S AP, Bupati Pamekasan Drs Ahmad  syafii Yasin, Para  PA Staf Kodim 0826/ Pamekasan, Danramil 01 s/d 13, Kepala Dinas Pertanian Ise windarti, Mantri Tani (ibu Ruhmani dan Ahmad suriyanto), serta dua orang perwakilan Gapoktan ( Abdurahman dari kelurahan  Kangenan).

Hadir pula dalam pertemuan itu, 10 orang perwakilan Poktan, Kabulog (Slamet Kurniawan), Kepala Bapeluh Pamekasan ( Ir. Syaiful Anam) dan 5 orang perwakilan Mitra Bulog.

Pada pukul 15.35 WIB rombongan dari Mabesad tiba di Pendopo Pringgitan Ronggosukowati, disambut Dandim 0826, Bupati Pamekasan dan  Para Danramil/Pa staf Kodim 0826 /PMK di lanjutkan acara ramah tamah.

Selanjutnya pada pukul 16.00  WIB acara Program serab gabah dimulai yg dibuka Dandim 0826/PMK dgn memberikan sambutan.

Dalam kesempatan itu, Dandim menyampaikan selamat datang kepada Tim Sergab dari Mabesad, dan meminta agar Tim  Serab Gabah  (Segab) bisa tukar informasi terkait Program serab gabah dan Program tersebut adalah program khusus untuk swasembada pangan dan program Nawacita dari Pemerintah pusat yang diharapkan mampu mensejahterahkan para petani. 

"Program ini juga diharapkan bisa mendukung program swasembada pangan," katanya.

Sementara, Bupati Pamekasan mengharapkan, agar program swasembada pangan benar-benar mampu mensejahterakan masyarakat Pamekasan, termasuk upaya pendampingan yang dilakukan TNI.

"Tradisi masrakat Pamekasan menanam padi 1 kali dalam 1 tahun tetapi Alhamdulilah berkat arahan dari Dandim dan jajaran maka saat ini para petani dpt menanam padi 2 kali dalam 1 tahun," kata bupati,

Ia menjelaskan, di Pamekasan hasil panen padi tidak dijual, akan tetapi hasil panen disimpan oleh para petani dan dibuat untuk kepentingan pribadi.

"Dan Alhamdulillah saat ini produksi padi untuk kab Pamekasan  sudah melampaui target," katanya.

Usai bupati, giliran Kolonel Arh Zakaria. Intinya,  menjelaskan, bahwa tugas pendampingan para prajurit TNI kepala para petani adalah merupakan  perintah dari Pimpinan TNI dan program Pemerintah.

"Harapannya bahwa hasil gabah dapat meningkat sehingga dapat mensejahtrakan petani dan program Sergap ke Bulog agar para tengkulak tidak bermain curang," katanya.

Visi pemerintah melakukan pendampingan dengan melibatkan TNI, kata dia, agar Ilmu militernya bisa diapakai.

Ia menuturkan, pada tahun 1997 Indonesia mengalami krisis moniter, tapi dengan adanya Serap Gabah agar kita bisa menunjang program swasembada Pangan dan tdk terjadi krisis Ekonomi.

"Bahan makanan adalah sebagai imam makanan yang lain dan bila bahan makanan stabil maka kita akan sejahtera," katanya.
 
Dengan program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah kali ini, kata dia, diharapkan bangsa Indonesia dimasa yang akan datang  bisa melakukan ekspor ke negara-negara.

Usai penyampaian sambutan, selanjutnya digelar sesi tanya jawab antara perwakilan kelompok tani dengan perwakilan isntitusi yang hadir dalam forum itu. (PWI/Kodim Pamekasan)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »