DPN APSI Minta Advokad Junjung Moral

Ketua STAIN Dr Taufiqurrahman dan Ketua DPN APSI Drs Afdal Zikri, SH, MH
Pamekasan (PWINews) - Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Drs Afdal Zikri, SH, MH, meminta para advokad memegang teguh profesi dan menjujung moral.

"Label Syariah itulah yang membedakan profesi advokat secara umum dengan advokat syariah, sehingga aspek moral harus menjadi yang utama," katanya di sela-sela pelantikan Pengurus DPC APSI Madura di Auditorium Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, Senin 22 Agustus 2016. 

Afdal menyampaikan harapannya agar APSI Madura bisa melakoni perannya dalam pendampingan hukum dengan mengedepankan moral. 

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua STAIN Pamekasan Dr. H. Taufiqurrahman, M.Pd. beserta jajarannya, Ketua DPW APSI Jawa Timur, M. Ikhwan, SAg, SH dan jajarannya, dan Ketua Jurusan Syariah, Dr. Umi Supraptiningsih, M. Hum dan jajarannya. 

Pelantikan Pengurus DPC APSI Madura ini dilaksanakan bersamaan dengan kuliah umum Jurusan Syariah Semester Gasal Tahun Akademik 2016/2017 dengan tema "Prospek dan Tantangan Advokat Syariah di Era Global".

Kuliah umum ini dihadiri tidak kurang dari 500 mahasiswa di lingkungan Jurusan Syari’ah STAIN Pamekasan. 

Pengurus APSI Pamekasan
Ketua STAIN Pamekasan Dr Taufiqurrahman menyatakan, keberadaan APSI ini merupakan perjuangan panjang dan penuh kerja keras. Ini lantaran selama ini mahasiswa Syariah tidak bisa berprofesi sebagai advokat. 

"Alhamdulillah, sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat pasal 32 ayat (3) telah memberikan pengakuan kepada APSI sebagai salah satu dari delapan organisasi advokat lainnya yang diberikan wewenang secara bersama-sama untuk menjalankan tugas dan wewenang sebagai organisasi advokat," tegas Taufiq. 

Ia menambahkan bahwa baru saja kementerian agama mengeluarkan PMA Nomor 33 Tahun 2016 tentang Gelar Akademik PTKI. 

Sekarang lulusan Jurusan Syariah bergelar SH setelah sebelumnya berubah-ubah dari S.Ag, SHI, S.Sy, dan terakhir SH. Pemberian gelar akademik ini, tambah Taufiq, menunjukkan bahwa tidak ada pembedaan signifikan antara PTN dan PTKIN. (PWI/STAIN Pamekasan/Ah. Fawaid, M.A, Kaprodi Ilmu Al-Qur'an & Tafsir)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »