Ribuan Pelajar Pamekasan Berikrar Tolak Narkoba

PWI Pamekasan 4:40:00 AM
Pamekasan (PWINews) - Sebanyak 4.000 pelajar dari sejumlah sekolah menengah atas (SMA) di Pamekasan, Jawa Timur berikrar menolak narkoba dan tawuran di Area Monumen Arek Lancor.
Ikrar tolak narkoba yang digagas Polres Pamekasan dalam bentuk program 'Police Care Student 2016/ Polisi Peduli Siswa' ini merupakan upaya untuk memberantas peredaran narkoba di kalangan pelajar.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin agar generasi muda kita bebas dari narkoba," kata Kapolres Pamekasan, AKBP Nuwo Hadi Nugroho, dilansir Antara, Kamis (21/7/2016).
Selain menolak narkoba dan tawuran, ribuan pelajar ini juga berikrar hendak menjadi pelopor tertib lalu lintas, dan siap menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas.
Sebanyak 10 orang perwakilan pelajar menjadi pemandu ikrar yang dibacakan di atas podium yang berada tepat berada di depan monumen Arek Lancor Pamekasan.
Selain pembacaan ikrar tolak narkoba, juga digelar penandatanganan nota kesepahaman antara Polres, Dinas Pendidikan, dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan. Isinya, mereka sepakat bekerjasama dalam melakukan pembinaan pelajar atas tiga hal yang telah diikrarkan ribuan pelajar tersebut.
Usai pembacaan ikrar, selanjutnya digelar pertunjukan ketangkasan mengendarai sepeda motor oleh polisi dari Satuan Lalu Lintas Polres Pamekasan dan dilanjutkan oleh perwakilan pelajar.
Menurut kapolres, program 'Polisi Peduli Siswa' ini merupakan bentuk keprihatinan atas maraknya kasus kriminal, dan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar.
Berdasarkan data di Mapolres Pamekasan, sejak Januari hingga Juli 2016 terdapat delapan kasus narkoba dengan pelaku sebanyak delapan orang pelajar, dan tiga orang mahasiswa.
"Jumlah ini meningkat dari 2015, karena pada tahun itu kasus narkoba dengan tersangka pelajar dan mahasiswa nihil," sebut Kasat Narkoba Polres Pamekasan, AKP Sjaiful.
Di bidang tindak pidana kriminal, pelajar yang menjadi pelaku sebanyak 11 orang pada 2015, sedangkan yang menjadi korban kriminal sebanyak 19 orang.
"Pada Januari hingga Juli 2016 ini, pelajar yang terdata menjadi pelaku kriminal sebanyak enam orang, sedangkan yang menjadi korban sebanyak tiga orang," imbuh Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP Bambang Hermanto. (Okezone.Com, 21 Juli 2016)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »