Banjir Landa Kota Sampang

PWI Pamekasan 2:25:00 PM
Sampang (PWINews) - Banjir melanda Kota Sampang, Jawa Timur, Sabtu, akibat Sungai Kalikemuning meluap, menyusul hujan deras yang mengguyur hulu sungai dalam dua hari terakhir berturut-turut.

"Banjir terjadi sejak tadi pagi, dan hingga siang ini, banjir semakin meluas, hingga memasuki monumen kota Sampang," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sampang Wisno Hartono kepada Antara per telepon, Sabtu siang.

Saat ini, ketinggian genangan air di Kota Bahari akibat banjir luapan sungai Kalikemuning itu, disebagian titik mencapai 1 meter. Sementara di dekat aliran sungai, kedalaman genangan air lebih dari satu meter.

Hingga sekitar pukul 13.00 WIB, tercatat enam desa/kelurahan di kota ini telah tergenang banjir, dan genangan banjir tersebut diperkirakan akan terus meluas, mengingat di wilayah utara Sampang hingga kini masih turun hujan.

"Banjir yang terjadi di Sampang ini kan merupakan banjir kiriman," kata Wisno menjelaskan.

Saat ini jalur lalu lintas dari Kota Sampang menuju Kecamatan Omben lumpuh. Pengendara yang hendak menuju Ombek, terpaksa haru melalui jalur menuju Kecamatan Kadungdung, atau melalui jalur lalu lintas menuju Kecamatan Camplong.

Selain menggenangi perkampungan warga di kota ini, banjir akibat luapan sungai Kalikemuning itu juga menggenangi sejumlah lembaga pendidikan di wilayah itu.

"Saat ini, genangan banjir sudah mendekati pos pantau Lebaran yang terletak di sebelah barat monumen Kota Sampang," kata warga setempat Sally Nawali.

Akibat banjir ini, pihak PLN setempat terpaksa melakukan pemadaman sementara enam gardu tiang listrik (GTT) yang ada di wilayah itu.

GTT yang dipadamkan itu meliputi GTT 154 di Desa Panggung, GTT 212 di Jalan Melati, GTT 250, 42 dan GTT 06 di Jalan Imam Bonjol serta GTT 11 di Jalan Pahlawan Sampang.

Pemadaman di GTT 154 mulai pukul 04:15 WIB, GTT 06 mulai pukul 04:33 WIB, sedangka GTT 42 pada pukul 05:32 WIB, GTT 212 pada pukul 05:37 WIB, GTT 250 pada pukul 05:48 WIB, dan GTT 11 pada pukul 05:51 WIB.

"Pemadaman kami lakukan, karena dikhawatirkan bisa membahayakan warga," kata Manajer PLN Sampang Umar Soleh. (AntaraJatim.Com, 2 Juli 2016)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »