Mayoritas Perusahaan Terlambat Membayar THR

PWI Pamekasan 6:05:00 PM
Pamekasan (PWINews) - Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Pamekasan, mulai menyisir sejumlah perusahaan yang belum memberikan hak tunjangan hari raya (THR) kepada karyawanya, kemarin. Hasilnya, mayoritas perusahaan terlambat membayar THR.
Kepala Seksi Pengupahan dan Jaminan Sosial Dinsosnakertrans Pamekasan Ali Husni mengatakan, hingga kini hanya sebagian perusahaan yang sudah membayar THR kepada karyawan. Menurutnya, kurang lebih puluhan perusahaan yang mematuhi Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja di Perusahaan.
“Hasil pemantauan, mayoritas perusahaan masih belum bayar THR. Perusahaan berjanji akan memberikan THR pada H-3,” kata Alih Khusni, Kamis (30/6).
Berdasarkan pengakuan dari pimpinan perusahaan, lanjut Ali Khusni, keterlambatan membayar THR memang disengaja. Alasanya, perushaan kahawatir karyawanya tidak masuk kembali usai menerima tunjangan tersebut.
“Informasi dari perusahaan, tahun lalu karyawannya banyak yang tidak masuk usai menerima THR. Sehingga, tahun ini THR diperlambat,” bebernya.
Meski demikian, Khusni tetap akan memberlakukan sanksi bagi perushaan yang terlambat bayar THR. Dalam Permenaker sanksi atau denda sebesar 5 persen dari total gaji yang diterima setiap karyawan. Dinsosnakertran mengaku sudah mensosialisasikan Pemenaker kepada seluruh perusahaan di Pamekasan.
Bahkan saat sisiaolisasi pimpinan perushaan berkomitmen akan membyar THR kepada karyawanya sesuai ketentun dari menteri. Namun komitmen itu diabaikan.
“Sanksi itu sudah kami sampaikan kepada perusahaan. Dan kami juga mengimbau kepada karyawan untuk melaporkan bila perusahaan tidak memenuhi haknya,” tandasnya.
Dia menjelaskan, besaran THR bagi karyawan yang telah memiliki masa kerja selama satu tahun diberikan sebesar satu bulan upah. Sedangkan yang memiliki masa kerja satu bulan secara terus-menerus tetapi kurang 12 bulan diberikan secara proporsional sesuai masa kerja dengan perhitungan. (KabarMadura, 1 Juli 2016)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »