Lima Perda Kab.Pamekasan Masuk Pembatalan Pusat

Pamekasan (PWINews) - Pembatalan Peraturan Daerah (Perda) oleh Pemerintah Pusat. Membuat banyak Daerah, termasuk Pemerintah Kabupaten Pamekasan menjadi kebingungan. Perda diterbitkan selain mengatur Ketertiban, soal penarikan Pajak dan Retribusi.


Dari 3. 143 Perda yang dibatalkan Pemerintah pusat, Kabupaten Pamekasan terdapat 5 (lima) Perda yang termasuk di dalamnya. Yaitu; Perda No. 25 Tahun 2008, ttg Pengelolaan Milik Daerah, Perda No. 7/2013, ttg Izin Gangguan, Perda No. 13/2012 ttg Retribusi Pelayanan Jasa Umum, Perda No, 5/2012, ttg Retribusi Pelayanan Kesehatan dan Perda No. 2 Tahun 2011, ttg Pajak.


Menanggapi pembatalan itu, Ketua Komisi I DPRD Pamekasan, Ismail, S.HI, menadaskan,  Kalau kemudian Perda-perda ini betul dibatalkan,  di Daerah akan terjadi kekacauan yang luar biasa.


“Bisa dibayangkan kalau perda tentang retribusi pelayanan kesehatan, bagaimana dengan RSUD mereka untuk menarik retribusi sementara payung hukumnya tidak ada. Itu berarti gratis jika hari ini dibatalkan oleh pemerintah pusat”, ujarnya.


Lebih lanjut, menyatakan, rumah sakit menarik retribusi itu karena ada Perda. Dan kami secepatnya akan melakukan koordinasi dengan Kabag Hukum  Pemkab Pamekasan. “Kalau itu memang benar kami akan melakukan kajian. Kami akan melakukan yudisial reviuw. Ini tidak benar pemerintah pusat,” ucapnya.


Menurutnya, membahas Perda itu butuh proses, tidak bisa satu dua hari, satu minggu dua minggu selesai. “Tidak bisa itu, terus sekarang dasarnya apa? Sebagai pengganti. Apa ada PP penggati atau ada UU kan ini belum jelas. Jadi mereka tidak tahu konsidi riel di daerah,” katanya.


Pihaknya, merasa  kecewa dengan pembatalan oleh Pemerintah pusat, sebab akan berdampak pada pendapatan asli daerah. Karena  Perda retribusi jasa umum dan Perda Jasa usaha yang ikut dibatalkan.
“Kalau begini ini, Daerah tidak akan bisa membangun, karena subsidi dari pusatpun terbatas baik melalui 

DAU. Belum lagi Pemerintah pusat, RAPBN 2016  maupun APBN 2017 ini mereka terseok-seok  karena  resesi ekonomi global,” ujarnya. (HarianBhirawa.Co.Id, 23 Juni 2016)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »