Dinkes Pamekasan bentuk tim deteksi vaksin palsu

Dinkes Pamekasan bentuk tim deteksi vaksin palsu

Pamekasan (PWINews)- Dinkes Pamekasan Jawa Timur membentuk tim khusus guna mendeteksi kemungkinan adanya peredaran vaksin palsu di sejumlah rumah sakit di wilayah itu.
"Tim telah dibentuk beberapa hari lalu, mereka bertugas melakukan penelitian kemungkinan adanya peredaran vaksin palsu di Pamekasan ini," kata Kepala Dinkes Pamekasan Ismail Bey kepada Antara di Pamekasan, Jumat (1/7).
Ismail menjelaskan tim telah melakukan suvei persediaan obat di sejumlah rumat sakit di Pamekasan, seperti Rumah Sakit Umum Daerah Pamekasan, serta sejumlah rumah sakit swasta yang ada di Pamekasan.
"Sejauh ini kami memang belum menemukan adanya peredaran vaksin palsu. Tapi tim kami masih terus melakukan penyelidikan," katanya.
Ia menjelaskan selain melakukan penyelidikan ke rumah sakit yang ada di Pamekasan, tim nantinya juga akan memantau persediaan obat di sejumlah toko obat yang ada di Pamekasan.
Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa Pamekasan benar-benar bebas dari peredaran vaksin palsu.
"Ini kami lakukan karena peredaran vaksin palsu di masyarakat sebagaimana banyak diberitakan di berbagai media, jelas sangat meresahkan," katanya.
Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti sebelumnya mengatakan vaksin palsu telah beredar di tujuh provinsi di Indonesia dan pabrik vaksin palsu itu ada di beberapa tempat.
Namun Badrodin enggan menyebutkan provinsi mana saja yang telah ada penemuan vaksi palsu. Ia hanya mengatakan penyidik Polri akan mengusut kasus itu hingga tuntas. Saat ini polisi terus menyelidiki kasus itu.
Tidak ada perusahaan farmasi besar yang terlibat dalam kasus vaksin palsu karena yang terungkap masih bersifat skala rumah tangga.
Polisi telah menetapkan 17 tersangka dalam kasus praktik produksi dan peredaran vaksin palsu itu. Mereka memiliki peran berbeda. Ada yang berperan sebagai produsen, pengumpul botol vaksin bekas, pembuat label vaksin, distributor, kurir hingga tenaga medis.
Terakhir, Polri menetapkan seorang bidan berinisial ME sebagai tersangka kasus vaksin palsu. ME ditangkap polisi di Ciracas, Jakarta pada Rabu (29/6) malam.
ME berperan sebagai tenaga medis yang memberi suntikan vaksin ke bayi, sekaligus berperan sebagai distributor vaksin.
Selain ME, ada dua orang lainnya yang turut ditangkap dalam operasi pada Rabu (29/6) malam. Namun dua orang yang ditangkap di lokasi berbeda itu masih diperiksa polisi.  (Elshnta.Com, 1 Juni 2016)
Mayoritas Perusahaan Terlambat Membayar THR

Mayoritas Perusahaan Terlambat Membayar THR

Pamekasan (PWINews) - Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Pamekasan, mulai menyisir sejumlah perusahaan yang belum memberikan hak tunjangan hari raya (THR) kepada karyawanya, kemarin. Hasilnya, mayoritas perusahaan terlambat membayar THR.
Kepala Seksi Pengupahan dan Jaminan Sosial Dinsosnakertrans Pamekasan Ali Husni mengatakan, hingga kini hanya sebagian perusahaan yang sudah membayar THR kepada karyawan. Menurutnya, kurang lebih puluhan perusahaan yang mematuhi Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja di Perusahaan.
“Hasil pemantauan, mayoritas perusahaan masih belum bayar THR. Perusahaan berjanji akan memberikan THR pada H-3,” kata Alih Khusni, Kamis (30/6).
Berdasarkan pengakuan dari pimpinan perusahaan, lanjut Ali Khusni, keterlambatan membayar THR memang disengaja. Alasanya, perushaan kahawatir karyawanya tidak masuk kembali usai menerima tunjangan tersebut.
“Informasi dari perusahaan, tahun lalu karyawannya banyak yang tidak masuk usai menerima THR. Sehingga, tahun ini THR diperlambat,” bebernya.
Meski demikian, Khusni tetap akan memberlakukan sanksi bagi perushaan yang terlambat bayar THR. Dalam Permenaker sanksi atau denda sebesar 5 persen dari total gaji yang diterima setiap karyawan. Dinsosnakertran mengaku sudah mensosialisasikan Pemenaker kepada seluruh perusahaan di Pamekasan.
Bahkan saat sisiaolisasi pimpinan perushaan berkomitmen akan membyar THR kepada karyawanya sesuai ketentun dari menteri. Namun komitmen itu diabaikan.
“Sanksi itu sudah kami sampaikan kepada perusahaan. Dan kami juga mengimbau kepada karyawan untuk melaporkan bila perusahaan tidak memenuhi haknya,” tandasnya.
Dia menjelaskan, besaran THR bagi karyawan yang telah memiliki masa kerja selama satu tahun diberikan sebesar satu bulan upah. Sedangkan yang memiliki masa kerja satu bulan secara terus-menerus tetapi kurang 12 bulan diberikan secara proporsional sesuai masa kerja dengan perhitungan. (KabarMadura, 1 Juli 2016)
Rekrutmen Bidan di Pamekasan Diduga Kongkalikong

Rekrutmen Bidan di Pamekasan Diduga Kongkalikong

Pamekasan (PWINews) - Komisi IV DPRD Pamekasan terpaksa memanggil Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Ismail Bey terkait adanya laporan masalah rekrutmen bidan desa. Pasalnya, calon bidan desa yang masuk nominasi diduga atas pesanan oknum tertentu. Indikasinya, yang masuk nominasi tertinggi justru calon bidan yang berasal dari luar desanya sendiri.
Sayangnya, pertemuan kemarin yang berlangsung sekitar 1 jam di ruang Komisi IV itu dilakukan secara tertutup. Seusai pertemuan, Kepala Dinkes Pamekasan Ismail Bey menolak berkomentar soal masalah tersebut. Alasannya, sudah dijelaskan seluruhnya kepada anggota Komisi IV DPRD Pamekasan.
“Saya sudah jelaskan alasannya ke Komisi IV semuanya. Silakan tanya sendiri ke Komisi IV,” ujar Ismail sambil melenggang pergi.
Sebelumnya, Ketua Komisi IV Apik menerima informasi dari salah seorang calon bidan di salah satu desa di Kecamatan Proppo. Yang bersangkutan adalah warga setempat dan mendaftar menjadi bidan desa di desanya sendiri. Namun dalam nominasinya, yang bersangkutan justru jauh di bawah rangking calon bidan yang berasal dari luar desanya.
Alasan pihak dinkes, calon bidan yang berasal dari luar desa itu sudah menyelesaikan persyaratan, salah satunya terkait surat keterangan domisili dari Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil (Dispendukcapil) Pamekasan. Surat tersebut sudah diperoleh satu bulan sebelum rekrutmen oleh dinkes. Akibatnya, calon bidan desa dari Proppo itu merasa dirugikan.
Apik menyayangkan kebijakan dinkes yang terlalu memudahkan persyaratan tetapi mengabaikan potensi di desa itu sendiri. Seharusnya, kata politisi Partai Nasdem itu, surat keterangan domisili itu tidak mudah diterbitkan. Atau setidaknya, bisa diterbitkan setelah yang bersangkutan tinggal di desa itu minimal 6 atau lebih dari itu.
“Dalam pertemuan itu, dinkes siap merespon usulan kami. Tapi tidak bisa diterapkan tahun ini, namun pada rektutmen calon bidan desa tahun 2017 mendatang,” ungkapnya.
Masalah lain yang dibahas pada pertemuan itu adalah, soal perlunya ada perjanjian kerja antara bidan desa dengan Dinkes. Terutama mengenai kesepakatan untuk tidak meninggalkan tempat tugas setelah diterima menjadi bidan desa di lokasi tersebut. Sebab, sudah bukan rahasia, banyak bidan yang memilih pulang daripada bertahan di tepat tugas.
Menurutnya, bidan yang sudah ditugaskan, harus siap menetap di tempat tugas. Sebab, mereka tidak hanya dibutuhkan masyarakat pada waktu tertentu saja, melainkan 24 jam penuh. Bidan yang melanggar perjanjian tersebut, harus dijatuhi sanksi sesuai dengn isi perjanjian tersebut.
“Kami juga usulkan, bidan desa yang sudah diangkat, harus membuat perjanjian bahwa siap menetap di tempat tugas,” imbuhnya.
Mengenai dugaan adanya pesanan dan permainan uang dalam rekrutmen bidan desa, Apik masih ingin menelusuri lebih dalam. Namun, pihaknya membuka pintu bagi masyarakat yang ingin melaporkan hal itu. Jika mempunyai bukti yang kuat, masalah tersebut akan diarahkan ke proses hukum.
Namun yang pasti, pihaknya sudah meminta dinkes untuk melibatkan Komisi IV tahap demi tahap dalam rekrutmen bidan desa. Dengan begitu, bisa diawasi sedari awal. Sebab sebelumnya, mulai perencanaan hingga pelaksanaan, pihaknya tidak dilibatkan oleh Dinkes Pamekasan. Menurutnya, hal itu adalah kesalahan besar yang dilakukan Dinkes.
“Kami minta kepada masyarakat untuk terbuka dan menyampaikan ke kami kalau dalam proses rekrutmen itu ada praktik kongkalikong. Kalau terbukti ada pesanan, Kepala Dinkes Pamekasan (Ismail Bey, red) terancam dihukum,”pungkasnya. (Kabar Madura, 15 April 2016)
Pamekasan Aman Vaksin Palsu

Pamekasan Aman Vaksin Palsu

Pamekasan (PWINews) - Ismail Bey, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur , memastikan tidak ada vaksin palsu atau oplosan seperti yang beredar di beberapa daerah, seperti di Jawa Barat dan wilayah lainnya.
Menurutnya, vaksin yang yang digunakan di fasilitas kesehatan (Faskes) Pemerintah Pamekasan seperti Polindes, Puskesmas maupun Rumah Sakit dipastikan aman, karena vaskin tersebut diproleh lansgung dari Kementerian Kesehatan Rebublik Indonesia.
“Selama Vaksin itu diperoleh dari Dinas Kesehatan maka dijamin aman, karena Vaksin tersebut diproleh dari Provinsi Jawa Tmur, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperolehnya dari Kementrian Kesehatan yang didapat langsung dari  produsen Biofarma Bandung”, kata Ismail Bey saat on air di Radio Karimata, Selasa siang (28/06/16).
Ismail menambahkan, pihaknya telah memerintahkan jajaranya untuk terjun langsung ke lapangan, guna mengkroscek keberadaan Vaksin yang ada di Fasilitas Kesehatan di 13 kecamatan.
“Kami sudah mengetahui ciri-ciri vaksin palsu tersebut, seperti tutupnya yang agak keputihan karena biasanya yang asli adalah abu-abu, terus penulisan lebel exspired (kadaluarsa) yang tidak menggunakan spasi,” imbuhnya.
Walau demikian, lanjut Ismail Bey, pihaknya menghimbau jika masyarakat menemukan adanya Vaksin yang dicurigai bermasalah atau palsu maka segera melapor ke Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan.       
Semenatara di saat yang sama, Ismail, SH.I Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pamekasan, sangat mendukung dan mengapresiasi langkah Dinkes Kabupaten Pamekasan, menurutnya pemelsuan vaksin merupakan kejahatan yang tidak boleh dibiarkan karena dapat mencelakakan balita.
"Paling tidak, pihak Dinkes memastikan kepada masyarakat bahwa Pamekasan sangat aman dari adanya isu vaksin palsu, agar warga tidak was-was dengan adanya kabar ini," pintanya (KarimataFM, 28 Juni 2016)
Pamekasan Siagakan Delapan Puskesmas di Jalur Mudik

Pamekasan Siagakan Delapan Puskesmas di Jalur Mudik

Pamekasan (PWINews) - Kabupaten Pamekasan,  Jawa Timur menyiagakan sebanyak delapan puskesmas yang berada di sepanjang jalur mudik di wilayah itu, guna membantu tim pemantau mudik Lebaran dari Dinas Perhubungan dan Polres setempat.

"Dua diantara delapan puskesmas yang kami siagakan khusus untuk melayani pemudik Lebaran itu berada di jalur pantai utara Pamekasan," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Ismail Bey kepada Antara di Pamekasan, Jumat.

Ismail menjelaskan, kedua puskesmas itu, masing-masing puskemas Waru dan Puskesmas Tamberu.

Kedua puskesmas itu bertugas khusus melayani pemeriksaan kesehatan gratis bagi pemudik Lebaran di jalur pantura Pamekasan di posko musik Lebaran yang didirikan Dishubkominfo bersama Polres Pamekasan.

Enam puskesmas lainnya ialah puskesmas Talang Siring dan Puskesmas Tentenan di Kecamatan Larangan, Pamekasan.

Menurut Ismail Bey, kedua puskesmas ini, akan membantu petugas memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi di pos pantau Lebaran yang terletak di Pantai Talang Siring, Desa Montok, Kecamatan Larangan, Pamekasan.

Selanjutnya, Puskesmas Teja dan Puskesmas Kelurawah Kowel Pamekasan akan membantu petugas di pos pantau induk di area Monumen Arek Lancor, Pamekasan.

"Kami juga menugaskan Puskesmas Tlanakan dan Puskesmas Tanjung untuk memberikan pelayanan kesehatan di pos pantau Lebaran di Jalan Raya Tlanakan.

Sedangkan di Terminal Bus Ronggosukowati, Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, telah ditugaskan Puskesmas Ceguk dan Pademawu untuk bertugas memberikan layanan kesehatan kepada pemudik dan sopir angkutan di terminal itu.

Menurut Kepala Dinkes Ismail Bey, kedelapan puskesmas itu, mendapatkan tugas khusus untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada pemudik.

"Puskesmas lain tetap siapa selama Lebaran selama 24 jam dan mereka tidak boleh mengambil cuti Lebaran," katanya. (AntaraJatim.Com, 1 Juli 2016)
Dampingi Istri Melahirkan, Kiper Madura United Absen Latihan

Dampingi Istri Melahirkan, Kiper Madura United Absen Latihan

Pamekasan (PWINews) - Kiper Madura United, Herry Prasetyo tidak terlihat dalam sesi latihan yang digelar malam ini di Stadion Gelora Bangkalan, Kamis (30/6/2016).
Informasi yang dihimpun mediamadura.com di lapangan, kiper yang selalu menjadi pilihan utama Gomes De Oliviera untuk menjaga gawang Madura United, pulang ke kampung halaman di Malang.
Herry pulang dan memutuskan tidak bergabung dalam latihan kali ini, lantaran ingin mendampingi istrinya yang akan melahirkan.
“Saya sudah izin sama pelatih dan Manajer. Istri sudah masuk rumah sakit untuk persiapan persalinan,” kata Herry kepada wartawan, Kamis (30/6/2016).
Oleh sebab itu, Herry meminta manajemen, pemain dan seluruh masyarakat Madura mendoakan proses persalinannya. Apalagi, bagi Herry, ini merupakan anak pertama dari buah cintanya bersama sang istri.
“Mohon doanya agar proses kelahiran berjalan lancar,” harapnya. (MediaMadura.Com, 30 Juni 2016)
Inilah 5 Kecamatan di Pamekasan Penyuplai TKI Terbesar

Inilah 5 Kecamatan di Pamekasan Penyuplai TKI Terbesar

Pamekasan (PWINews) - Inilah 5 Kecamatan di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur yang menjadi penyuplai terbesar Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Lima kecamatan tersebut masing-masing Kecamatan Palengaan, Kecamatan Batumarmar, Waru, Pasean dan Kecamatan Pegantenan. Data tersebut berdasarkan transaksi atau kiriman paket maupun uang yang tertuju ke lima kecamatan dimaksud.
“Ini bukti bahwa TKI asal Pamekasan banyak, dan sudah mengirimkan sejumlah paket  berupa uang mencapai Rp 15 miliar lebih,” kata Kepala Cabang Pos Pamekasan Hadi Ernowo, Rabu (29/6/2016).
Alasan Hadi, masuknya uang yang melewati kantor Pos dikarenakan para TKI tidak pulang kampung. Dari itu, mereka mengirim uang beserta paket ke sanak saudaranya di kampung halaman.
“Pada hari biasanya mencapai Rp 300 hingga Rp 400 juta setiap harinya. Menjelang lebaran ini pengiriman uang dari para TKI mencapai Rp 800 juta per hari, tujuannya mayoritas daerah utara,” urainya.
Dijelaskan, mayoritas pengirimam sejumlah paket dan uang belasan miliar itu berasal dari empat Negara. Masing-masing Arab Saudi, Hongkong, Taiwan dan Malaysia. (MediaMadura.Com, 29 Juni 2016)
Diguyur Hujan, 60 Ribu Bibit Tembakau Terancam Mati

Diguyur Hujan, 60 Ribu Bibit Tembakau Terancam Mati

Pamekasan (PWINews) -  Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur dalam dua hari terakhir membuat petani tembakau resah. Pasalnya, intensitas hujan yang tinggi akan berakibat fatal bagi pertumbuhan tembakau.
Seperti yang dialami Jufriadi (60) warga Desa Konang Kecamatan Galis Pamekasan yang menanam tembakau di Kelurahan Jungcangcang Pamekasan. Pria yang biasa dipanggil Pak Zuhri itu terpaksa menyedot air yang menggenangi lahannya dengan menggunakan genset, Rabu (29/6/2016).
“Saya menyedot air ini mulai tadi malam karena menggenangi tanaman tembakau. Tapi tadi pagi masih diguyur hujan lagi, makanya genangannya tak kunjung surut,” tutur pria yang mengaku menanam tembakau dengan menyewa lahan milik Lapas Klas II- A Pamekasan tersebut.
Dikatakan, dirinya bersama keluarga besarnya terpaksa harus menyedot genangan air di lahannya dengan tiga genset sekaligus karena untuk melindungi bibit tembakau yang ditanam sejak 15 hari tersebut.
“Kalau dibiarkan menggenang begitu saja, ya tembakaunya akan mati nanti, meskipun hidup pertumbuhannya tidak bagus. Makanya harus segera disedot,” tandasnya.
Pria berperawakan kurus itu menjelaskan, 60 ribu bibit tembakau itu berada dalam lahan seluas 2 hektar. Jika curah hujan tinggi, maka dipastikan dirinya akan mengalami kerugian yang cukup besar. (PortalMadura.Com, 29 Juni 2016)
Koperasi Batik di Pamekasan Tidak Lakukan RAT

Koperasi Batik di Pamekasan Tidak Lakukan RAT

Pamekasan (PWINews) - Koperasi batik di pasar 17 Agustus Kelurahan Bugih Pamekasan, Madura, Jawa Timur sampai sekarang tidak melakukan rapat anggota tahunan (RAT) sebagaimana petunjuk pemerintah.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Pamekasan, Jon Yulianto mengatakan, sebuah koperasi harus melakukan RAT untuk menyusun program yang akan dijalankan. Sementara, koperasi batik di pasar Barat itu sejak dua tahun terakhir belum melakukan petunjuk dimaksud.
“Sementara sampai sekarang tidak ber-RAT, tetapi dia masih melakukan aktifitas simpan pinjam. Tapi nanti di akhir bulan Juli, saya akan peringatkan keras untuk tetap RAT,” tegasnya, Rabu (29/6/2016).
Menurutnya, tidak sepantasnya pengelola koperasi berlaku sewenang-wenang dalam memanejnya. Sebab, hal yang paling prinsip dalam koperasi adalah RAT untuk menentukan masa depan koperasi bersama anggota.
“Kalau tidak RAT, mereka kan bisa saja menyodorkan catatan kepada saya tapi tidak direkom oleh pesertanya, kalau tidak RAT berarti kan anggota tidak tahu. Termasuk perputaran uangnya,” tutup Jon.
Sekedar diingat, terdapat 26 koperasi di Pamekasan yang telah resmi dibubarkan oleh pemerintah daerah lantaran tidak beraktifitas selama dua tahun berturut-turut. Kemudian tidak melakukan RAT selama tiga tahun berturut-turut, sementara saat ini jumlah koperasi secara keseluruhan mencapai 695 koperasi. (PortalMadura.Com, 29 Juni 2016)
DPRD Pamekasan Temukan Program Dishutbun 2015 Tak Sesuai Laporan

DPRD Pamekasan Temukan Program Dishutbun 2015 Tak Sesuai Laporan

Pamekasan (PWINews) - DPRD Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menemukan beberapa program milik Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) setempat tahun 2015 tidak sesuai laporan.
Ketua Komisi II DPRD Pamekasan, Hosnan Ahmadi mengungkapkan, pihaknya akan mengawasi serta mengevaluasi program pada setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang menjadi mitra kerjanya perihal program yang telah dilakukan guna menghindari sesuatu yang tidak diinginkan.
“Secara administratif anggaran 2015 kan sudah selesai, tapi kan secara teknis belum menurut kami. Jadi, sepanjang masih bisa dilakukan pengawasan, kami tetap lakukan. Apakah yang dilakukan sesuai dengan yang dilaporkan atau tidak,” ungkapnya, Rabu (29/6/2016).
Dia mengaku telah menemukan beberapa program milik Dishutbun pada tahun 2015 tidak sesuai dengan laporan yang diterima legislatif. Namun, Hosnan enggan menyebutkan program tersebut dengan alasan akan membenahi sepanjang masih bisa dikerjakan oleh SKPD dimaksud.
“Pengawasan kita ini bukan dalam rangka menghakimi, tapi bagaimana memperbaiki kinerja SKPD. Di setiap kegiatan itu ada yang harus diperbaiki, kita lakukan koordinasi bagaimana jalan keluarnya, kalau ia kita sepakat,” pungkasnya (PortalMadura.Com, 29 Juni 2016)
Rebutan Jatah Ditengarai Politis, Ketua DPRD Pamekasan ‘Ngeles’

Rebutan Jatah Ditengarai Politis, Ketua DPRD Pamekasan ‘Ngeles’

Pamekasan (PWINews) - Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan, Halili Yasin membantah dugaan politis atas perubahan kemitraan antara Komisi I dengan Komisi III dalam rapat paripurna, Selasa (28/6/2016).
Rapat paripurna tentang laporan panitia khusus pembahasan perubahan atas peraturan DPRD Kabupaten Pamekasan menetapkan Dinas PU Cikatarung dialihkan kepada Komisi I, sementara Dishubkominfo dipindah kepada Komisi III.
“Oh tidak, saya kira jatah Komisi III sama seperti yang dulu kok, coba kita lihat di kemitraan Komisi III yang lalu, seperti itu memang,” ujar Halili sembari bilang kata pansus.
Politisi PPP itu menambahkan, pihaknya tidak bisa menjawab adanya pemindahan kemitraan tersebut harus PU Cikatarung yang menjadi rebutan. Sebab, hal itu sudah menjadi keputusan bersama dalam rapat paripurna yang sebelumnya menjadi bahasan panitia khusus (pansus).
Pihaknya terpaksa melakukan voting dalam rapat tersebut lantaran tidak menemukan titik temu dan masing-masing person mempertahankan argumentasinya sendiri. Dengan demikian, perlu mengambil keputusan berdasarkan suara terbanyak sesuai permintaan forum.
“Kalau voting itu pasti yang minoritas kalah dan mayoritas menang, itu sudah menjadi konsekuensi voting,” tandasnya.
Peralihan kemitraan di DPRD Pamekasan diduga buntut dari pergantian kepemimpinan Komisi III yang dimenangkan oleh partai oposisi. Namun, Halili membantah adanya isu tersebut.
“Kalau itu saya kira tidak ada hubungannya, buktinya pak Munaji (politisi oposisi PKB) mempertahankan Komisi satunya kok. Ini kalau bicara konteks koalisi dan oposisi, saya kira tidak ada kaitannya dengan itu,” kilahnya.
Rapat paripurna tentang peralihan kemitraan tersebut sempat ribut dan sebagian anggota dewan terpaksa walk out lantara tidak puas dengan keputusan pimpinan sidang yang memutuskan rapat dengan cara voting. (PortalMadura.Com, 29 Juni 2016)
BPJS Ketenagakerjaan Madura Santuni Keluarga Korban Kecelakaan

BPJS Ketenagakerjaan Madura Santuni Keluarga Korban Kecelakaan

Pamekasan (PWINews) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Madura memberikan santunan kepada keluarga korban kecelakaan lalu lintas asal Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

"Nilai bantuan yang kami berikan sebesar Rp58 juta, dan diterima secara langsung istri korban yang bernama Komariyah," kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madura Guguk Heru Triyoko.

Dalam rilis yang disampaikan kepada Antara di Pamekasan, Rabu, Heru menjelaskan, pemberian santunan tersebut dikarenakan suaminya (almarhum) terdaftar pada program BPJS Ketenagakerjaan saat mengalami kecelakaan kerja di Jawa Tengah pada Januari 2016, hingga meninggal dunia. 

Ia menjelaskan, suami Komariyah merupakan pedagang di daerah Kabupaten Sampang, namun yang bersangkutan terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, sejak setahun lalu.

"Bantuan ini diharapkan bisa dimanfaatkan langsung oleh ahli waris yang ditinggalkan," jelas Guguk.

Ia juga berharap kepada masyarakat Madura yang belum terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan agar segera mendaftarkan diri. Sebab, dengan terdaftarnya para pekerja secara otomatis mereka akan terlindungi selama bekerja. 

Jika terjadi kecelakan kerja akan mendapatkan santunan. Selain itu juga mendapatkan jaminan hari tua apabila terdaftar di program Jaminan Hari Tua.

"Program BPJS Ketenagakerjaan ini manfaatnya sudah banyak dirasakan oleh masyarakat," katanya. 

Santunan yang diberikan kepada keluarga korban kecelakaan lalu lintas itu, sebagai bentuk komitmen institusi.

Perlindungan tenaga kerja oleh BPJS Ketenagakerjaan ini, sambung dia, juga menjadi jembatan menuju kesejahteraan pekerja melalui 4 program. Masing-masing Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, dan Jaminan Pensiun.

Selain itu, iuran program BPJS Ketenagakerjaan juga sangat terjangkau, yakni mulai dari Rp20.800 per bulan.

Penyerahan bantuan digelar di Kantor BPJS Ketenakerjaan di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, beberapa hari lalu.

Sebelum menyerahkan bantuan, petugas terlebih dahulu mengunjungi kediaman istri korban Komariyah di Desa Ragung, Kecamatan Marengan, Kabupaten Sampang.

"Alhamdulillah bantuan dari BPJS Ketenagakerjaan ini bisa mengurangi beban keluarga kami," ucap ibu tiga orang anak ini.

Komariyah berharap, para pekerja lain juga bisa memanfaatkan program yang telah dicanangkan pemerintah melalui BPJS Ketenakerjaan itu sebagai bentuk perlindungan bagi pekerja.

"Kita memang tidak berharap terjadi kecelakaan kerja. Tapi yang namanya nasib tidak bisa diperkirakan," katanya. (AntaraJatim.Com, 29 Juni 2016)
Kodim Pamekasan Bantu Sosialisasikan Larangan Takbir Keliling

Kodim Pamekasan Bantu Sosialisasikan Larangan Takbir Keliling

Pamekasan (PWINews)  - Jajaran TNI Kodim 0826 Pamekasan, Jawa Timur,  membantu menyosialisasikan kebijakan pemkab setempat yang melarang warga menggelar takbir keliling dengan kendaraan bermotor pada malam Lebaran 1437 Hijriah.

Kegiatan sosialisasi tersebut di antaranya dilakukan jajaran Koramil Pasean   yang menyisir perkampungan warga di berbagai pelosok desa seperti  Desa Tagangser Daya dan sejumlah desa lainnya di wilayah itu dalam tiga hari terakhir ini.

Selain menyosialisasikan larangan takbir keliling di malam Lebaran, penyisiran ke desa-desa oleh anggota TNI di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan itu, untuk mencegah maraknya peredaran petasan menjelang malam takbiran.

"Penekanan kami adalah upaya pencegahan. Makanya anggota kami kerahkan untuk turun ke desa-desa melakukan sosialisasi," kata Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Arm Mawardi dalam rilis yang diterima Antara, Selasa pagi.

Hampir setiap hari personel TNI di 13 kecamatan di Pamekasan melakukan anjang sana ke rumah-rumah warga, tokoh masyarakat dan tokoh ulama.

Mereka mengajak masyarakat ikut proaktif menjadi kondisi keamanan, serta melarang anak-anak dan pemuda desa bermain petasan dan datang ke kota pada malam takbiran untuk melakukan takbir keliling.

"Rapat forpimda beberapa waktu lalu telah menyepakati, akan melarang warga melakukan takbir keliling di malam Lebaran," kata Dandim.

Larangan ini mengacu kepada usulan para tokoh masyarakat dan ulama yang tergabung dalam organisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar tidak aparat dan Pemkab Pamekasan tidak membiarkan adanya kegiatan takbir keliling menggunakan kendaraan bermotor.

Selain mengganggu ketertiban arus lalu lintas, takbir keliling yang diselenggarakan masyarakat disalahgunakan.

"Awalnya menggelar takbir, tetapi lama kelamaan justru berjoret ria, sehingga menghilangkan makna meyarakan Idulfitri yang sebenarnya, bahkan menodai kesucian Idulfitri," kata Bupati Pamekasan Achmad Syafii.  (AntaraJatim.Com, 28 Juni 2016)
Tolak Reklamasi, Warga Rela Mandi Arang

Tolak Reklamasi, Warga Rela Mandi Arang

Pamekasan (PWINews) - Empat orang warga di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur melakukan aksi bisu menolak adanya reklamasi di pantai selatan bumi Gerbang Salam. Utamanya di Desa Branta Pesisir Kecamatan Tlanakan.
Aksi tersebut awalnya dilakukan di bundaran monumen Arek Lancor dengan membentangkan poster penolakan terhadap reklamasi. Kemudian, mereka menyampaikan aspirasinya ke kantor DPRD setempat dengan cara menempelkan spanduk penolakannya di papan nama DPRD.
Dalam aksinya, mereka tidak melakukan orasi atas aspirasi yang disampaikan tersebut. Hanya saja membawa poster berikut spanduk bertuliskan penolakan terhadap reklamasi yang kini sedang marak dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab itu.
Selain membentangkan poster, satu peserta aksi rela mandi arang disekujur tubuhnya sebagai bentuk protes terhadap reklamasi. Karena mereka menganggap, jika reklamasi termasuk tindakan dhalim terhadap negara.
Setelah menempelkan spanduk di kantor DPRD, mereka langsung membubarkan diri tanpa mengeluarkan sepatah kata pun atas aksi yang dilakukannya.
Sekedar diketahui, di pesisir Desa Branta Pesisir Kecamatan Tlanakan saat ini sudah dibangun sebuah rumah makan yang ditengarai hasil reklamasi. Bahkan terdengar isu jika di sepanjang pantai tersebut sudah bersertifikat perseorangan. (PortalMadura.Com, 27 Juni 2016)

Pelatih Madura United U-21 Sisakan 26 Pemain Seleksi

Pamekasan (PWINews) - Pemain seleksi Madura United U-21 saat ini semakin mengkerucut. Dari ratusan pemain yang mengadu keberuntungan mengikuti seleksi, saat ini tinggal tersisa 26 pemain.
Pelatih Madura United U-21, Istiko Hadi Susanto mengatakan, adapun pemain yang telah dipulangkan dalam seleksi yang berlangsung tadi sore berstatus sebagai pemain cadangan yang sewaktu-waktu bisa dipanggil.
“Kerangka tim sudah kami kantongi. Untuk selanjutnya, program kami sudah mengarah pada penguatan kerjasama pemain dan kerjasama antar lini,” ungkapnya, Senin (27/6/2016).
Dia berharap, pemain yang kini masuk dalam tim inti tersebut tidak puas dengan kesempatan yang didapat. Sebab, jika menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan pelatih untuk mengembangkan potensinya, bukan tidak mungkin mereka akan terdepak dengan sendirinya. (PortalMadura.Com, 27 Juni 2016)
Pasukan Kuning Pamekasan Keluhkan Honor Tak Kunjung Cair

Pasukan Kuning Pamekasan Keluhkan Honor Tak Kunjung Cair

Pamekasan (PWINews) - Nasib nahas menimpa sejumlah petugas kebersihan di Kabupaten Pamekasan, karena hingga saat ini mereka belum menerima hak bulanan.

Bahkan para pekerja yang biasa disebut 'pasukan kuning' itu, juga sudah berulang kali menyampaikan aspirasi mereka kepada instansi terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang (PU Cikatarung) Pemkab Pamekasan.

Namun hingga saat ini, aspirasi mereka belum juga terjawab. Sehingga sebagian besar dari mereka kebingungan mencari talangan untuk kebutuhan ekonomi keluarga mereka. Lebih-labih dalam suasana Ramadan seperti saat ini.

"Kami bersama 60 teman lain (petugas kebersihan) menyayangkan sikap pemerintah yang tidak kunjung mencairkan hak kami. Padahal kami sudah berulang kali menyampaikan aspirasi ini, tapi belum juga direspon," kata salah satu petugas kebersihan yang namanya enggan dipublikasikan, Sabtu (25/6/2016).

Pihaknya mengaku sangat bingung dengan kondisi tersebut, tidak jarang sebagian dari mereka harus mencari hutangan demi kebutuhan sehari-hari. "Honor ini jadi sumber pendapatan utama kami, saat ini tidak ada pemasukan dan membuat kami kebingungan," ungkapnya.

"Biasanya honor kami dicairkan tiap tanggal 10 (per bulan), namun hingga akhir bulan ini belum juga ada kejalasan. Ini jelas berdampak pada ekonomi keluarga mas," sesalnya.

Sementara Kepala Dinas PU Cikatarung Pamekasan, Muharram menegaskan bila gaji petugas kebersihan baru di cairkan tiap akhir bulan. 

"Ya belum cair, sebab berdasar regulasi mereka dibayar setiap akhir bulan," jelasnya, singkat. (BeritaJatim.Com, 26 Juni 2016)
Lima Calhaj Pamekasan Belum Lunasi BPIH

Lima Calhaj Pamekasan Belum Lunasi BPIH

Pamekasan (PWINews) - Sebanyak lima orang calon haji di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur hingga kini belum melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2016.

"Jumlah calon haji yang belum melunasi BPIH ini, berdasarkan data terakhir hingga 27 Juni 2016," kata Kasi Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan Afandi kepada Antara di Pamekasan, Selasa.

Kelima orang calhaj ini masih memiliki kesempatan melakukan pelunasan, mengingat batas akhir pelunasan BPIH hingga 30 Juni 2016, sesuai ketentuan yang telah ditetapkan panitia penyelenggara ibadah haji.

Ia menjelaskan, pihak Kemenag telah menginformasikan ketentuan batas akhir pelunasan BPIH itu kepada masing-masing keluarga calon haji di Pamekasan.

Jika, hingga batas waktu yang ditetapkan tidak juga melakukan pelunasan, maka para calhaj itu, bisa terancam batal berangkat ke Tanah Suci.

Saat ini, sambung dia, sebagian calhaj sudah mengurus kelengkapan administrasi, seperti paspor dan telah melakukan pemeriksaaan kesehatan di masing-masing puskesmas di 13 kecamatan di Pamekasan.

Jumlah kuota calon haji untuk Kabupaten Pamekasan saat ini sebanyak 774 orang dan sebagian diantaranya merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri seperti Malaysia.

Menurut Afandi, jumlah kuota haji untuk Kabupaten Pamekasan tahun ini, lebih banyak dibanding 2015.

Sebab, berdasarkan data di Kantor Kementerian Agama Pamekasan, pada musim haji tahun lalu, jumlah kuota haji untuk Kabupaten Pamekasan hanya  646 orang. Sedangkan pada 2014, warga Pamekasan yang menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci sebanyak 637 orang.

Jika dibanding tiga kabupaten lain di Madura, yakni Kabupaten Sampang Bangkalan dan Sumenep, jumlah calhaj yang menunaikan ibadah haji di Pamekasan tahun ini lebih banyak.

Di Kabupaten Sampang, warga yang terdata akan berangkat ke Tanah Suci menunaikan ibadah haji tahun ini sebanyak 426 orang, Bangkalan sebanyak 571 orang dan di Kabupaten Sumenep sebanyak 459 orang. (AntaraJatim.Com, 28 Juni 2016)
Pamekasan Siapkan Taman Budaya untuk Seniman Berkreasi

Pamekasan Siapkan Taman Budaya untuk Seniman Berkreasi

Pamekasan (PWINews) - Dinas Pemuda, Olahraga dan Kebudayaan Pamekasan, Jawa Timur, akan membangun taman budaya di lahan bekas stasiun PJKA Jalan Trunojoyo.

"Pembangunan taman budaya merupakan upaya memaksimalkan peran para seniman, dan untuk menghidupkan kembali pertunjukan seni dan budaya Pamekasan," kata Kepala Seksi Pembinaan Seni dan Nilai-Nilai Tradisional Disporabud Pamekasan Sonny Budiharto di Pamekasan, Senin.

Sony mengatakan, di bekas stasiun PJKA itu akan dibangun panggung seni budaya sehingga para seniman bisa melakukan pementasan minimal satu kali dalam seminggu.

"Lahan yang kami gunakan di sebelah kantor Dewan Kesenian Pamekasan," katanya.

Ia menjelaskan, dengan adanya panggung seni itu, maka peluang untuk melakukan pementasan seni budaya Pamekasan akan lebih banyak. "Apalagi bekas stasiun PJKA di Jalan Trunojoyo itu lokasinya sangat luas dan ramai pengunjung," katanya.

Sony yang juga Sekretaris Dewan Kesenian Pamekasan menjelaskan, daerahnya kaya akan seni budaya pertunjukan, terutama seni tradisional. Selama ini para pegiatnya tidak bisa banyak berkreasi karena belum ada tempat atau pusat pementasan.

"Dengan adanya panggung budaya nanti, maka mereka bisa berkreasi," katanya.

Selain panggung, di taman budaya itu akan dibangun tempat khusus untuk para pelukis.

"Seniman lukis di Pamekasan ini banyak, tapi kendalanya selama ini, mereka belum punya tempat berkreasi. Kalaupun ada pameran lukisan, waktunya terbatas, yakni hanya satu kali dalam setahun," katanya. (Republika.Co.Id, 27 Juni 2016)

DPRD Pamekasan: Pemkab Tidak Siap Sambut Pemudik

Pamekasan (PWINews) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menilai Pemkab setempat tidak siap sambut datangnya pemudik, lantaran fasilitas terminal Ronggosukowati di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan dalam kondisi rusak.
Dalam inspeksi mendadak (Sidak) dilakukan Komisi I, dijumpai jalan di dalam terminal bus rusak parah yaitu berada tepat di landasan bus.
“Kami menemukan fasilitas yang tidak bagus. Artinya Dishubkominfo kurang siap lah dalam menyambut masyarakat mudik ke Pamekasan,” kata Ismail Ketua , Senin (27/6/2016).
Jika kerusakan fasilitas tersebut tidak segera diperbaiki oleh pemerintah jelas akan mengganggu terhadap kenyamanan pemudik. Bahkan ada atap terminal yang rusak dan mengancam terhadap keselamatan pemudik.
“Misalnya, ada warga duduk-duduk, kemudian atapnya roboh. Nanti akan jatuh korban, karena itu genteng bukan kripik,” tegas Politisi Partai Demokrat itu.
Pihaknya meminta kepada Dishubkominfo untuk segera memperbaiki kerusakan tersebut demi kenyamanan dan keamanan masyarakat yang mudik ke kampung halaman.
Sementara Kepala Dishubkominfo Pamekasan Mohammad Zakir mengatakan, dalam waktu dekat akan melakukan pembenahan, hal itu dilakukan demi kenyamanan para pemudik.
“Ya itu akan diperbaiki semua, minimal tambal sulam,” katanya singkat. (MediaMadura.Com, 27 Juni 2016)

Pelatih Mulai Kantongi Kerangka Skuad Madura United U-21

Pamekasan (PWINews) - Tim pelatih mulai mengantongi kerangka skuad Madura United U-21, guna mengikuti kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) U-21, pada akhir Juli nanti.
Proses seleksi pemain yang dilakukan sejak Rabu (22/6/2016) lalu hingga hari ini, Senin (27/6/2016), telah menyisakan 26 pemain. Sebanyak 26 pemain tersebut masih akan dipangkas menjadi 22 pemain sesuai kebutuhan tim.
Pada penjaringan calon pemain Laskar Sape Kerrab yang dilakukan tadi sore di Stadion R Soenarto Hadiwidjojo Pamekasan, tim pelatih mencoret sekitar 10 pemain dari jumlah total 36 pemain yang lolos seleksi tahap ketiga kemarin.
“Kerangka tim sudah kami kantongi. Untuk selanjutnya, program kami sudah mengarah pada penguatan kerja sama pemain dan kerja sama antar lini,” kata Pelatih Madura United U-21, Istiko Hadi Santoso, Senin sore.
Kata Istiko, bagi pemain yang dicoret pada tahap seleksi hari ini, kemungkinan besar akan dipanggil kembali.
“Pemain yang dipulangkan tadi sore, statusnya adalah cadangan yang sewaktu-waktu hingga penutupan pendaftaran bisa dipanggil kembali,” ungkapnya. (MediaMadura.Com, 27 Juni 2016)

Darurat Reklamasi, Seorang Warga Pesisir Pamekasan Gelar Aksi Teaterikal

Pamekasan (PWINews) - Warga pesisir Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar aksi tunggal dalam rangka memberikan warning darurat reklamsi di wilayahnya, Senin (27/6/2016).
Orang yang tidak mau menyebutkan identitasnya itu, mengecat dirinya dengan cat warna hitam, membawa poster berukuran sedang bertuliskan “Tumpas Reklamasi Pesisir Pamekasan” serta membentangkan spanduk.
“Ini masih sebatas memberitahukan pada publik, bahwa pemerintah sudah tidak lagi menghiraukan masyarakat pesisir,” katanya.
Adapun warga tersebut berteaterikal di munomen Arek Lancor yang kemudian dilanjutkan ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. (MediaMadura.Com, 27 Juni 2016)

Seniman Se-Madura Gelar "Tadarus Puisi" di Pamekasan

Pamekasan (PWINews)  - Seniman dan budayawan se-Madura menggelar diskusi sastra dan "tadarus puisi" di Kantor Dewan Kesenian Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (26/6) malam sebagai upaya menghidupkan kembali seni dan budaya Pulau Garam yang akhir-akhir dinilai mulai menurun.

Satu persatu perwakilan seniman dan budayan dari empat kabupaten di Pulau Madura itu, membacakan puisi hasil karya mereka lalu dikaji secara bersama-sama.

"Ini awal yang baik untuk meneguhkan semangat bangkitnya kembali sastra Madura, apalagi saat bulan Ramadhan seperti ini," kata penyair asal Sumenep Mahwi yang hadir dalam pertemuan itu.

Selain menggelar diskusi sastra dan mengkaji puisi-puisi karya seniman dan budayawan di Pulau Garam, juga digelar pameran buku sastra, filsafat dan pemikiran Islam modern oleh Pustaka Madura yang dikelola oleh seniman di Sampang.

Diskusi dalam bentuk lesahan itu terlihat sangat akrab. Beberapa kelompok teater muda dari sejumlah perguruan tinggi di Pamekasan juga hadir dalam.

Kasi Pembinaan Seni Sejarah dan Nilai-Nilai Tradisi pada Dinas Pemuda Olahraga dan Kebudayaan (Disporabud) Pamekasan Halifaturrahman berharap kajian tentang sastra ke depan bisa ditingkatkan agar sastra Madura bisa lebih maju.

Ia menjelaskan, "tadarus puisi" sebenarnya hanya merupakan istilah kalangan seniman dan budayawan, karena pelaksanaannya pada bulan Ramadhan.

"Yang jelas, diskusi ilmiah seperti ini, harus sering digelar, guna mengasah kemampuan kita semua tentang sastra," katanya. (AntaraJatim.Com, 27 Juni 2016)