Berita Umum

Berita Komunitas

Pers Rilis

Recent Posts

Memeras, Media Abal-abal di China Raup Rp6,45 Miliar

PWINews - Media abal-abal di China meraup keuntungan senilai tiga juta Reminbi/RMB (Rp6,45 miliar) dari praktik pemerasan yang dilakukan dalam tiga tahun terakhir.

Kejahatan tersebut terbongkar dari penangkapan bos kelompok media bermarga Zhang yang menjalankan praktik penipuan berdalih wawancara sejak 2015, demikian laporan media resmi setempat yang dipantau Antara di Beijing, seperti dikutip bisnis.com, Selasa (22/5/2018).

Zhang merupakan salah satu dari delapan tersangka yang ditangkap oleh aparat di Kota Binzhou, Provinsi Shandong, pada bulan lalu atas tuduhan pemerasan terhadap beberapa perusahaan dan lembaga.

Sementara, di Xingtai, Provinsi Hebei, petugas mengamankan tujuh orang wartawan gadungan atau "wartawan bodreks".

Mereka dituduh melakukan pemerasan terhadap beberapa perusahaan dan instansi pemerintahan dengan ancaman pemberitaan negatif.

Sejak 2010, kelompok media yang dijalankan tujuh wartawan tersebut telah memperoleh keuntungan sebesar 200 ribu RMB (Rp430 juta) dari tindak kejahatan yang dilakukan di beberapa provinsi di China.

Lembaga Anti-Pornografi dan Publikasi Ilegal Nasional China (NOAPIP) telah melancarkan kampanye melawan media abal-abal dan wartawan bodrex sejak awal tahun ini.

Dalam pernyataan pers yang dikeluarkan Senin (21/5/2018), lembaga tersebut menyoroti masalah pemerasan dan sejumlah jurnalis yang nyata-nyata membantu atau memproduksi berita palsu.

Kedua praktik tersebut dikenai tuntutan hukum yang berat, demikian laporan Global Times, salah satu harian berpengaruh di daratan Tiongkok itu. (PWI PAMEKASAN)
Partisipasi Pemilih Pilkada Pamekasan 73 Persen

Partisipasi Pemilih Pilkada Pamekasan 73 Persen

PEWARTAKetua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pamekasan, Moh Hamzah menjelaskan, partisipasi pemilih pada Pilkada Pamekasan 27 Juni 2018 mencapai 73 persen dari total jumlah pemilih yang ada di wilayah itu.

"Persentase partisipasi pemilih pada pilkada kali ini, sama dengan persentase pilkada pada 2013," ujar Hamzah kepada Antara di Pamekasan, Jumat malam.

Ia menjelaskan, persentase pemilih itu diketahui berdasarkan hasil rekapitulasi manual yang telah dilakukan KPU Pamekasan atas hasil pemungutan suara Pilkada 27 Juni 2018.

Dari total jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 680.392 orang, terdiri dari pemilih laki-laki sebanyak 328.430 orang dan pemilih perempuan sebanyak 351.962 orang, warga Pamekasan yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 499.078 orang.

KPU sebelumnya menargetkan partisipasi pemilih di Pamekasan sebesar 70 persen dari total jumlah pemilih yang ada di wilayah itu.

"Jika mengacu kepada target semula, sebenarnya sudah lebih, tapi sedikit," ujar Hamzah.

Sementara itu, berdasarkan hasil rekapitulasi yang telah dilakukan KPU Pamekasan, Pasangan Calon Bupati Pamekasan Badrut Tamam dan Wakilnya Raja`e unggul 29.142 suara dibanding pesaingnya KH Kholilurrahman-Fathor Rohman (Kholifah) pada Pilkada 27 Juni 2018.

Pasangan ini unggul 5,9 persen dibanding pasangan `Kholifah`. "Berbaur" berhasil meraih dukungan 257.738 suara, sedangkan "Kholifah" meraih dukungan sebanyak 228.596 suara.

Pasangan Cabup/Cawabup nomor urut 1 "Berbaur" menang di Kecamatan Pakong, Kadur, Batumarmar, Pasean, Pademawu, Galis, Tlanakan, Larangan, Proppo dan Kecamatan Pamekasan.

Sedangkan pasangan Cabup/Cawabup "Kholifah" unggul di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Palengaan, Pegantenan dan Kecamatan Waru.

Hasil rekapitulasi manual KPU Pamekasan tentang hasil perolehan suara pilkada 27 Juni 2018 ini, tidak jauh berbeda dengan hasil hitung cepat yang digelar tim pemenangan "Berbaur".

Sementara itu, Pilkada di Kabupaten Pamekasan digelar di 1.583 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 178 desa dan 11 kelurahan di 13 kecamatan.

Warga Pamekasan yang terdaftar sebagai pemilih pada pelaksanaan pesta demokrasi ini sebanyak 680.392 orang, terdiri dari pemilih laki-laki sebanyak 328.430 orang dan pemilih perempuan sebanyak 351.962 orang.

Pilkada Pamekasan ini diikuti dua pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan. Masing-masing Badrut Tamam - Raja`e (Berbaur) dengan nomor urut 1 dan pasangan calon KH Kholilurrahman-Fathor Rohman (Kholifah) dengan nomor urut 2.

Sedangkan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim yang bersaing memperebutkan dukungan masyarakat pada pemungutan suara yang akan digelar 27 Juni 2018 adalah Khofifah Indar Parawansa-Elistianto Dardak dengan nomor urut 1 dan Syaifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno Putri dengan nomor urut 2. (Jatim.Antaranews.Com, 6 Juli 2018)

KPU Rilis Ketentuan Liputan Debat Publik Pilkada Pamekasan 21 Juni 2018

PEWARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan akan kembali menggelar debat kandidat Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan pada 21 Juni 2018 di aula Hotel Odaita, Pamekasan, dan debat ini akan disiarkan secara langsung oleh JTV Madura.
Bagi media yang hendak menugaskan wartawannya untuk meliput kegiatan tersebut, harus terlebih dahulu mendaftar ke alamat email yang telah disediakan KPU Pamekasan untuk mendaftarkan Id Card dan akses masuk ke area kegiatan dengan ketentuan sebagai berikut:
  • Wartawan dan media yang masuk dalam daftar liputan ini adalah yang bekerja di media berbadan hukum resmi (legal) sebagaimana ketentuan UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers dan ketentuan perundang-undangan lainnya seperti pedoman media siber untuk media dalam jaringan (daring/online)
  • Satu media hanya bisa mengajukan satu orang wartawan untuk liputan kegiatan Debat Kandidat Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan yang akan digelar 21 Juni 2018 di Hotel Odaita Pamekasan yang disiarkan live oleh JTV Madura.
  • Jika dalam satu media terdapat dua atau lebih wartawan, maka diutamakan yang telah mengikuti dan lulus uji kompetensi wartawan (UKW) atau uji kompetensi jurnalis (UKJ).
  • Diutamakan wartawan yang bergabung dengan salah satu organisasi profesi wartawan yang telah diakui oleh dewan pers, yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) atau Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), atau yang tergabung dengan paguyuban wartawan/jurnalis lokal Pamekasan.
  • Media non-mainstream yang hendak mengirimkan wartawannya untuk meliput kegiatan debat kandidat ini, dan tidak tergabung dalam tiga organisasi profesi wartawan nasional (PWI, AJI dan IJTI) harus menyertakan bukti berupa foto kopi badan hukum dari perusahaan media tersebut.
  • Nama wartawan dan media terdaftar akan diberi Id Cart khusus oleh panitia dan data wartawan dan media terdaftar akan dipegang oleh petugas keamanan di pintu masuk kegiatan debat kandidat sebagai seleksi masuk ruang kegiatan debat dari aparat keamanan berdasarkan data terdaftar.
  • Wartawan yang hendak melakukan liputan, hendaknya memperhatikan kode etik profesi, dalam beberapa ketentuan, antara lain, saat konferensi pers, ataupun saat wawancara cegat dengan narasumber dan memperhatikan berbegai jenis ketentuan yang ditetapkan panitia penyelenggara demi kenyatamanan semua pihak.
  • Pengajuan pendaftaran hendaknya ditujukan ke alamat email: kpupamekasan2017@gmail.com, paling lambat hingga Rabu (20/6/2018) pukul 16.30 WIB, dengan ketentuan menyertakan foto kopi Id Card pers, menyebutkan organisasi profesi wartawan yang diikuti, dan atau paguyuban wartawan, serta foto kopi badan hukum media untuk media non-mainstream (media mainstream yang dimaksud disini adalah media yang terdata di Dewan Pers dan telah dipercaya oleh Dewan Pers untuk menyelenggarakan uji kompetensi wartawan, yakni 18 media dan 3 organisasi profesi wartawan). (KPU PAMEKASAN)

Cara Mencoblos Sah dan Ketentuan Pelaksanaan di TPS

PWINews - Pagi itu, Minggu (10/6/2016), halaman kantor KPU Pamekasan terlihat ramai. Orang-orang berdatangan ke halaman kantor penyelenggara pemilu yang terletak di Jalan Brawijaya Nomor 34 Pamekasan itu. Mereka langsung masuk ke halaman KPU dan menuju sebuah tempat berukuran panjang 10 meter dan lebar 8 meter yang diberi tanda batas dengan menggunakan tali. Terdapat pintu masuk dan pintu keluar berbeda di tempat khusus berbatas ini, dan beberapa orang penyandang disabilitas terlihat masuk area dengan menggunakan kursi roda.

Sebanyak tujuh orang terlihat sibuk mengatur lalu lintas orang-orang yang datang ke tempat khusus itu. Ada yang memanggil nama-nama peserta dengan menggunakan pengeras suara, ada juga yang berjaga-jaga di pintu masuk, sambil mencocokkan sebuah kertas yang dibawa orang-orang menuju tempat itu. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan terlihat memantau dengan serius proses kegiatan itu.

"Ini adalah simulasi pemungutan suara dan penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS) yang akan digelar 27 Juni 2018 untuk Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, serta Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur," ujar Ketua KPU Pamekasan Moh Hamzah.

Simulasi itu digelar, agar penyelenggara pemilu, mulai dari kabupaten, kecamatan, desa, hingga di tingkat kelompok penyelenggara pemungutan suara pahan tentang teknik penyelenggaran sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan KPU.

Sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2018 tentang  Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota, TPS sebenarnya dapat diadakan di ruang terbuka dan/atau ruang tertutup, dengan ketentuan, terdapat tempat duduk ketua KPPS dan anggota KPPS, Pemilih, dan Saksi dapat diberi pelindung terhadap panas matahari, hujan, dan
tidak memungkinkan orang lalu lalang di belakang Pemilih pada saat memberikan suara di bilik suara, atau apabila di ruang tertutup, luas TPS harus mampu menampung pelaksanaan rapat Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS, dan posisi Pemilih membelakangi tembok/dinding pada saat memberikan suara di bilik suara.

Apabila dalam pelaksanaan Pemungutan dan Penghitungan Suara dilakukan dalam keadaan kurang penerangan, perlu ditambah alat penerangan yang
cukup. TPS juga harus dilengkapi dengan sarana dan prasarana, seperti ruangan atau tenda, alat pembatas, papan pengumuman untuk menempel daftar
Pasangan Calon yang memuat visi, misi, dan program serta biodata singkat Pasangan Calon, dan salinan DPT, tempat duduk dan meja ketua dan anggota KPPS, meja untuk menempatkan kotak suara dan bilik suara, tempat duduk Pemilih, Saksi, PPL atau Pengawas, TPS dan Pemantau Pemilihan, dan
harus dilengkapi dengan alat penerangan yang cukup.

Pada simulasi yang digelar di halaman KPU Pamekasan itu, semua kelentuan itu dilengkapi, dengan harapan nantinya bisa dicontoh oleh masing-masing petugas penyelenggara pemilu di masing-masing TPS se-Kabupaten Pamekasan.

Petugas penyelenggara pemilu, yakni KPPS`menyiapkan dan mengatur, tempat duduk Pemilih yang menampung paling sedikit 25 (dua puluh lima) orang, yang ditempatkan di dekat pintu masuk TPS, meja dan tempat duduk ketua KPPS, anggota KPPS Kedua dan anggota KPPS Ketiga, lalu meja dan tempat duduk anggota KPPS Keempat dan KPPS Kelima, di dekat pintu masuk TPS.

Sedangkan tempat duduk anggota KPPS Keenam di dekat kotak suara, tempat duduk anggota KPPS Ketujuh di dekat pintu keluar TPS, dan tempat duduk untuk Pemilih, Saksi dan PPL atau Pengawas TPS yang ditempatkan di dalam TPS, dan untuk Pemantau Pemilihan ditempatkan di luar TPS.

Meja untuk tempat kotak suara yang ditempatkan di dekat pintu keluar TPS, dengan jarak kurang lebih 3 (tiga) meter dari tempat duduk ketua KPPS
dan berhadapan dengan tempat duduk Pemilih, meja kotak suara tidak terlalu tinggi sehingga kotak suara bisa dicapai oleh umumnya Pemilih, dan Pemilih yang menggunakan kursi roda. Sedangkan bilik suara yang ditempatkan berhadapan dengan tempat duduk ketua KPPS dan Saksi, dengan
ketentuan jarak antara bilik suara dengan batas lebar TPS paling sedikit 1 (satu) meter. Meja tempat bilik suara, dibuat berkolong di bawah
meja yang memungkinkan Pemilih berkursi roda dapat mencapai meja bilik suara dengan leluasa, papan pada saat Pemungutan Suara ditempatkan di
dekat pintu masuk untuk memasang, dan daftar Pasangan Calon yang memuat visi, misi, dan program serta biodata singkat Pasangan
Calon, dan salinan DPT.

Sedangkan papan digunakan untuk memasang formulir Model C1.Plano-KWK pada saat Penghitungan Suara. Papan nama TPS ditempatkan di dekat pintu masuk
TPS di sebelah luar TPS, dan tambang, tali, kayu atau bambu untuk membuat
batas TPS. Apabila jumlah anggota KPPS kurang dari 7 (tujuh) orang, tugas dan tempat duduk ketua KPPS dan masing-masing anggota KPPS ditetapkan oleh ketua KPPS.

Dalam simulasi itu juga diperagakan tentang perlengkapan yang dibutuhkan  seperti kotak suara, Surat Suara, tinta, bilik pemungutan suara, segel, alat untuk memberi tanda pilihan dan TPS. Begitu pula dengan dukungan perlengkapan lainnya sampul kertas, tanda pengenal KPPS, petugas keamanan dan Saksi, karet pengikat Surat Suara, lem/perekat, kantong plastik, ballpoint, gembok, spidol, formulir, stiker nomor kotak suara, tali pengikat alat pemberi tanda pilihan, alat bantu tuna netra, daftar Pasangan Calon yang memuat visi, misi, dan program serta biodata Pasangan Calon, serta salinan DPT.

Jenis dan jumlah perlengkapan Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS seperti Surat Suara sebanyak jumlah Pemilih yang tercantum dalam DPT dan Surat Suara Cadangan sebanyak 2,5% (dua koma lima persen) dari jumlah
Pemilih yang tercantum dalam DPT untuk setiap TPS, lalu tinta paling banyak 2 (dua) botol, sampul kertas sebanyak 2 (dua) jenis, yaitu sampul
kertas yang disegel dan sampul kertas kosong, dan segel sebanyak 19 (sembilan belas) buah.

Berikutnya adalah kotak suara sebanyak 1 (satu) buah pada setiap TPS
untuk setiap jenis Pemilihan, lalu bilik suara paling sedikit 2 (dua) buah dan alat untuk memberi tanda pilihan sebanyak 1 (satu) set pada setiap bilik Pemungutan Suara, yang berupa paku, bantalan/alas coblos, tali pengikat alat coblos dan meja.

Ketentuan Suara Sah
Di Kabupaten Pamekasan ada dua pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan yang akan bersaing memperebutkan dukungan masyarakat pada Pilkada yang akan digelar 27 Juni 2018.

Kedua pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan itu, masing-masing pasangan Badrut Tamam dan Raja'e (Berbaur) dengan nomor urut 1, serta pasangan calon KH Kholilurrahman dan Fathor Rohman (Kholifah) dengan nomor urut 2.

Kedua pasangan tersebut masing-masing didukung empat partai politik (parpol) berbeda, Berbaur diusung dan didukung PAN, Partai Gerindra, PKB dan PKS. Sedangkan paslon Kholifah didukung empat parpol lainnya, meliputi Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai NasDem dan PPP.

Surat suara dianggap sah, apabila terdapat tanda coblos dalam kotak masing-masing pasangan calon. Coblos suara hanya satu padangan calon, dan tidak boleh dua-duanya. (KPU Pamekasan)